Penerimaan Kunjungan Kerja Pemerintah Kabupaten Sleman Terkait Penanggulangan Stunting Terintegrasi

Hits: 0

Kunjungan Kerja Pemerintah Kabupaten Sleman ke Bappeda Gunungkidul

Kamis, 22 Oktober 2020, Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan Kunjungan Kerja terkait Penanggulangan Stunting Terintegrasi ke Bappeda Kabupaten Gunungkidul. Kunjungan ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan 8 aksi integrasi penanggulangan stunting di Kabupaten Gunungkidul serta tukar informasi terkait upaya penanggulangan stunting terintegrasi. Rombongan tamu Pemkab Sleman yang meliputi Bappeda dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman terima oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Gunungkidul, Sri Agus Wahyono, ST, MSi didampingi perangkat daerah terkait. Bappeda Kabupaten Gunungkidul memaparkan delapan aksi konvergensi penurunan stunting yang meliputi Analisis Situasi, Rencana Kegiatan, Rembuk Stunting, Peraturan Bupati tentang Peran Desa, Pembinaan KPM, Sistem Manajemen Data, Pengukuran dan Publikasi Stunting, dan Reviu Kinerja Tahunan. Dijelaskan pula pada paparan tersebut tahapan aksi yang telah dilaksanakan beserta upaya-upaya lintas sektor terkait intervensi gizi sensitif maupun intervensi gizi spesifik. Melengkapi paparan Bappeda, Dinas Kesehatan dan DP3AKBPMD Kabupaten Gunungkidul juga menjelaskan teknis kegiatan terkait penanggulangan stunting sesuai lingkup kewenangannya.

Penerimaan Kunjungan Kerja Pemerintah Kabupaten Sleman
Terkait Penanggulangan Stunting Terintegrasi

Sebagaimana diketahui bahwa mulai tahun 2020 Pemkab Gunungkidul ditetapkan sebagai kabupaten lokasi fokus intervensi dan strategi perluasan stunting, sementara Pemkab Sleman ditetapkan sebagai kabupaten lokus mulai tahun 2021. Meskipun belum mejadi lokus, upaya Pemkab Sleman dalam menurunkan stunting cukup berhasil. Berdasarkan pemantauan status gizi pusat persentase stunting di kabupaten Sleman tahun 2016 sebesar 25,44% turun di tahun 2017 menjadi 10,6%. Sedangkan berdasarkan pemantauan gizi di tingkat Kabupaten tahun 2019 persentase stunting turun menjadi 8,38% Upaya Pemkab Sleman yang dapat dijadikan referensi dalam penurunan stunting antara lain: Pemenuhan alat ukur infantometer di setiap Posyandu; Petugas turun langsung ke Rumah Sakit untuk memastikan kaliberasi alat dan cara penimbangan yang selama ini dilakukan; Reliabilitas petugas pengukur, dengan cara pendampingan petugas secara langsung bukan hanya kader tetapi puskesmas ikut memantau dan petugas gizi turut mengawasi; membentuk tim kerjasama dengan UGM dan penyelenggara layanan kesehatan swasta; Pemenuhan kebutuhan bahan untuk rapid tes (reagen) rapid tes, HIV, Thalasemia di tingkat Puskesmas; Inovasi berkaitan dengan Ketenagakerjaan, dimana Pekerja diberikan kesempatan menyusui anaknya melalui keringanan jam kerja, dan dalam pembagian tugas tim, langsung dipimpin Wakil Bupati secara langsung, tugas-tugas khusus untuk stunting ditekankan sesuai roadmap yang sudah disiapkan oleh Dinas Kesehatan seperti : Disnaker agar menekankan pada perusahaan adanya ruang laktasi, tidak melemburkan ibu menyusui, dan diberi izin untuk pulang menyusui. (TIM).