SELANGKAH LAGI PADUKUHAN KARANGANOM KALURAHAN BEJIHARJO MENIKMATI AIR BERSIH SESUAI STANDAR 4 K

Hits: 0

 PAMSIMAS adalah suatu program dari pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan akses air minum dan sanitasi bagi warga masyarakat. Dengan  Pamsimas, diharapkan mereka dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan serta meningkatkan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan PAMSIMAS ini menyasar pada kalurahan-kalurahan dengan keadaan kekurangan akses air minum di Gunungkidul, salah satunya adalah di Kalurahan Ngawis lebih tepatnya di Padukuhan Karangnom dengan kelompok pengelola yaitu Kelompok Keswadayaan Masyarakat “Nedyo Kabegjan”.

Selasa (20/10) 2020 dilakukan uji fungsi kegiatan PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) di Padukuhan Karanganom, Kalurahan Ngawis, Kapanewon Karangmojo. Uji fungsi dilakukan untuk mengetahui kualitas pekerjaan dan keberfungsian unti SPAM yang pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh Satuan Pelaksana Masyarakat dalam bentuk swakelola. Hadir pada kesempatan tersebut dari BPPW DIY, Tim Pakem dan DPUPRKP Kabupaten Gunungkidul.

Progres pembangunan fisik telah mencapai 85 % dan untuk pekerjaan non fisiktelah tercapai 100%  berupa pelatihan baik untuk pengelola maupun kaum disalibitas. Pembangunan SPAM ini merupakan kolaborasi pendaanaan dari pemerintah Pusat melalui APBN, APBD Kabupaten, APBDesa, dan masyarakat berupa inkind dan in cash (tenaga dan uang). Total biaya pembangunan mencapai 350 juta rupiah yang terdiri dari dana APBN Rp. 245 juta; dana APBDesa Rp. 35 juta; dana dari masyarakat berupa in kind senilai Rp 56 juta; dan in cash sebesar Rp 14 juta.  “ Model pembiayaan Pamsimas ini sangat menarik untuk dikembangkan karena melibatkan unsur pemerintahan dari pusat sampai Desa dan pelibatan masyarakat, yang tentu akan berdampak kepada suksesnya program. Tenaga dan uang yang dikeluarkan masyarakat akan membangkitkan rasa memiliki terhadap SPAM sehingga muncul sikap menjaga dan handarbeni dan akan memelihara dan merawat semua sarana prasarana dengan sebaik-baiknya agar kemanfaatan terus dapat dirasakan” demikian disampaikan Nurudin Araniri selaku Kasubid Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum di Bappeda Gunungkidul. Peninjauan dilakukan di lokasi sumur bor sebagai sumber air bersih dilanjutkan pengecekan jaringan perpipaan dan bangunan reservoir dan yang terakhir adalah pada lokasi pembangunan sarana CTPS (Cuci tangan pakai sabun) di fasilitas umum dan sekolah.

Secara keseluruhan capaian pembangunan fisik sudah baik, tinggal ada sedikit catatan dari BPPW selaku PPK kegiatan dan juga dari DPMU serta dari tim Pakem. “Segera setelah kunjungan ini agar dilakukan perbaikan-perbaikan sesuai rekomendasi yang telah disampaikan dan penyelesaian pekerjaan agar tidak molor dari waktu yang telah ditentukan sesuai perjanjian” demikian di katakan Nurudin Araniri.  Bangunan SPAM ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi pemenuhan akses air minum yang memenuhi standar 4 K (kuantitas, kualitas, Kontinuitas dan keberlanjutan).

(N/A, LHPU