MONITORING KELOMPOK UPPKS MAKMUR DI DUSUN KETONGGO, KAPANEWON SEMIN

Hits: 0

Rabu tanggal 18 November 2020 Bappeda Kabupaten Gunungkidul melakukan kegiatan monitoring kelompok UPPKS Makmur di Dusun Ketonggo, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin. Kegiatan monitoring merupakan tindak lanjut koordinasi Bappeda Gunungkidul dengan Bappeda DIY untuk memverifikasi apakah kelompok tersebut layak mendapatkan pendampingan dari pemerintah DIY.
Berdirinya kelompok UPPKS Makmur pada tahun 2017 yang beranggotakan sepuluh orang, berawal dari adanya KKN UNY di Dusun Ketonggo dan ibu-ibu dusun mendapatkan pelatihan pembuatan kerajinan dari kain perca membuat bros. Hasil dari kerajinan yang dibuat kebanyakan masih untuk digunakan sendiri oleh anggota kelompok dan dijual kepada teman, tetangga atau kerabat yang masih berada di sekitar Dusun Ketonggo, Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin.


Selain membuat kerajinan dari kain perca, kelompok UPPKS Makmur juga membuat kerajinan dari limbah plastik terutama limbah plastik kopi kemasan, kelompok UPPKS Makmur belajar secara otodidak dari salah satu anggota yang mempunyai skill membuat kerajinan dari limbah plastik. Kerajinan limbah plastik ini sangat bermanfaat, memanfaatkan barang bekas dan mengurangi sampah. Kegiatan ini dilakukan sehubungan dengan upaya peningkatan kompetensi dan produksi industri kreatif oleh Kelompok UPPKS Makmur yang bergerak pada bidang usaha pembuatan kerajinan dari limbah plastik dan kain perca.

Pengembangan industri kreatif kelompok UPPKS Makmur dihadapkan pada beberapa kendala, diantaranya keterbatasan pengetahuan untuk variasi dan inovasi produk, keterbatasan peralatan produksi dan kreasi, jangkauan pemasaran yang masih sangat terbatas serta ketergantungan bahan baku yang diperoleh disekitar Kalurahan Sumberejo. Bahan baku yang didapat mengandalkan kemasan bekas kopi dan kain perca yang didapatkan secara cuma-cuma dari warung-warung penjual kopi dipasar dan penjahit. Berdasarkan hal tersebut UPPKS Makmur mengharapkan adanya bantuan pendampingan dari Pemerintah DIY sehingga dengan adanya pelatihan dan bantuan alat nantinya diharapkan hasil dari kerajinan yang dibuat banyak diminati konsumen dan jangkauan pasar semakin luas.
Pemerintah DIY dan Pemkab Gunungkidul saling bersinergi untuk dapat mengembangkan industri kreatif sebagai salah satu sektor yang dapat dikembangkan dalam pemulihan ekonomi akibat dampak covid 19.

-SK