SURVEY LAPANGAN DALAM RANGKA KEGIATAN PENYUSUNAN D.E.D GEOSITE KALI NGALANG

Hits: 0

Kamis tanggal 6 November 2020, Bappeda bersama Dinas Pariwisata, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Tim Georesearch Indonesia, Panewu Kapanewon Gedangsari, Lurah Ngalang Kalurahan Ngalang, Pengelola Geosite Kali Ngalang dan Konsultan DED Geosite Kali Ngalang untuk mengikuti survey lapangan dalam rangka kegiatan Penyusunan DED Geosite Kali Ngalang.
Geosite Kali Ngalang sendiri adalah sebagian dari fase sedimentasi setelah letusan Gunung Api Purba Nglanggeran menghasilkan endapan laut yang terbentuk sekitar 16 juta tahun yang lalu. Longsoran bawah laut yang dialami oleh sedimen pasir, lempung dan serpih menghasilkan struktur sedimen yang unik seperti lapisan terpelintir, perlapisan bersusun dan perairan sejajar. Setempat, dipinggir laut yang sangat dangkal hidup binatang meliang yang membentuk struktur sedimen galauan jasad. Situs Geologi ini merupakan tipe Dormasi Sambipitu. Fosil itu merupakan suatu bioturbasi atau jejak dari aktivitas cacing purba. Ukuran lebar cacing antara 5 (lima) sampai 7 (tujuh) meter. Sedangkan untuk panjang belum ada perkiraan angka yang pasti. Cacing tersebut bergerak di bawah permukaan pasir meninggalkan jejak. Kemudian, pasir itu mengalami litifikasi atau pengerasan menjadi batu seperti yang terlihat sekarang ini.


Tak hanya fosil cacing purba,  Kali Ngalang ini juga mempunyai struktur batuan yang lengkap. Ada sedimen bergelombang, paralel laminasi, hingga ada patahan Kali Ngalang untuk mempelajari tentang gempa bumi. Patahan ini pastinya tidak hanya satu atau dua, namun ada banyak. Patahan ini merupakan zona yang rawan terkena goncangan. Ketika terjadi gempa, patahan ini bisa bergeser menimbulkan getaran.

Warisan geologi antara lain Gunung Api Purba Nglanggeran yang juga menjadi salah satu geosite yang sudah berkembang, maka diharapkan Geosite Kali Ngalang ini bisa menjadi satu kesatuan kawasan wisata geosite di zona utara.

-ARK