BAPPEDA – UNIVERSITAS TIDAR GELAR WEBINAR KERJA SAMA PENELITIAN

Hits: 0

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gunungkidul  bersama Universitas Tidar Magelang  menggelar Webinar Nasional mengusung tema “Pembangunan ruang inklusif bagi difabel menuju masyarakat yang tangguh, produktif dan berdaya saing”. Acara ini digelar sebagai tindak lanjut kerja sama penelitian yang dilakukan oleh dua lembaga tersebut. Peserta webinar berasal dari beberapa Instansi meliputi : Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Gunungkidul, Perguruan Tinggi DIY, Jateng, LIPI, mahasiswa, Organisasi Difabel, dan masyarakat umum.

Acara  ini dibuka langsung oleh Rektor Universitas Tidar Prof. Dr. Ir. Mukh. Arifin, M.Sc., dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan Bappeda atas kerjasama yang telah terjalin dengan baik sekaligus menegaskan bahwa Universitas Tidar membuka pintu yang selebar-lebarnya untuk para dosen, tenaga pendidik, maupun mahasiswa dari kalangan difabel.

Bupati Gunungkidul, Hj. Bandigah, S.Sos dalam sambutannya menyampaikan  apresiasi atas kerja sama antara Universitas Tidar Magelang dengan Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul dalam penanganan  kaum disabilitas.  Sejak tahun 2013 sudah ditetapkan  sebagai kabupaten Inklusif  yang telah mengutamakan difabel dalam pembangunan daerah. Kerja sama ini perlu didorong untuk semua pihak  agar menjadi satu tekad bersama dalam upaya  pembangunan daerah yang ramah bagi difabel.

Pada Webinar Nasional  ini menghadirkan 3 narasumber yang berasal dari Bappeda Gunungkidul, Dinas Pariwisata Gunungkidul dan dari Universitas Tidar Magelang.  Kepala Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Budaya Bappeda Kabupaten Gunungkidul Asih Triwahyuni, S.STP., M.Si selaku narasumber pertama mewakili Kepala Bappeda dalam paparannya menyampaikan  Kabupaten Gunungkidul yang sudah ditetapkan menjadi Kabupaten Inklusif terus berupaya melaksanakan program kegiatan pembangunan dengan melibatkan penyandang disabilitas. Disamping itu dengan mengakomodir para penyadang disabilitas melalui berbagai wadah maupun organisasi sehingga keberadaan penyandang disabilitaspun dapat produktif serta berkontribusi dalam jalanya pembangunan daerah. Sebagai implementasinya telah dibangun fasilitas utamanya yaitu fasilitas fisik yang ramah disabilitas. Selain itu kebijakan pembangunan daerah yang bermainstremming difabel dijabarkan melalui pelibatan dalam proses perencanaan dan penganggaran. Pelibatan para penyadang difabel dimulai dari musrenbang desa, kecamatan dan kabupaten. Sedangkan menurut Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul  pariwisata Hari Sukmono, S.T, sebagai narasumber ke dua lebih menekankan pada perspektif pariwisata yang ramah kepada difabel. Kabupaten Gunungkidul saat ini terkenal sebagai kabupaten tujuan wisata dan pendapatan pariwisata merupakan sumber utama bagi Pendapatan Asli Daerah.

Sementara itu Prof. Dr. Hadi Sasana, S.E., M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Tidar mewakili para peneliti memaparkan  hasil penelitian yang telah dilaksanakan oleh tim peneliti Fakultas Ekonomi Universitas Tidar kerja sama dengan Bappeda Kabupaten Gunungkidul, dengan judul “Analisis Partisipasi Difabel Pada Peningkatan Program Dan Anggaran Difabel Di Kabupaten Gunungkidul dan Kesadaran Inventarisasi Produk UMKM Yang Dikelola oleh Difabel di Kabupaten Gunungkidul”. Lebih lanjut disampailan bahwa program dan anggaran di Kabupaten Gunungkidul telah berupaya mengakomodir difabel, mulai dari perencanaan dari level desa, kecamatan, hingga kabupaten, penyediaan aksesibilitas gedung pemerintahan, dan pemberdayaan ekonomi difabel, demikian pungkasnya. Webinar nasional ini patut diapresiasi dan dalam pelaksanaannya diikuti lebih dari 300 orang peserta. (Jalm)