Peluang Investasi

Keanekaragaman sumber daya alam yang ada di Kabupaten Gunungkidul,menjadikan pertimbangan Pemerintah Daerah  menawarkan kepada para investor untuk menanamkan modalnya di Gunungkidul.  Potensi unggulan yang bisa ditawarkan kepada investor diantaranya sektor Pariwisata, Pertanian dalam arti luas serta Industri Kecil. Upaya untuk menarik minat investor menanamkan modal di Kabupaten Gunungkidul diantaranya diwujudkan dalam bentuk dukungan sarana dan prasarana transportasi yang memadai berikut listrik serta kemudahan dalam mengurus perijinan dengan terdapatnya Kantor Pelayanan Terpadu. Selain dukungan sarana dan prasarana dukungan sumber daya manusia masih cukup besar, sehingga kebutuhan akan tenaga kerja terpenuhi.

A. PENGELOLAAN OBYEK WISATA

Pariwisata sebagai urat nadi perekonomian sangat prospektif untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat. Di pesisir Gunungkidul terdapat 46 lokasi pantai yang sudah bernama dan 12 lokasi pantai yang sudah dikembangkan, salah satu pantai dengan nuansa yang eksotik berlatar belakang bukit serta pasir putih yang menghampar luas sangat cocok untuk dikembangkan investor seperti Taman Impian Jaya Ancol adalah Pantai Sepanjang. Konsep pengembangan alternatif yang sesuai dengan kondisi pantai Sepanjang adalah Theme Park. Dengan memadukan sektor yang lain seperti Pertanian dan Industri  Pantai Sepanjang  sangat prospektif bagi investor. Jenis wisata yang bisa dilakukan di Gunungkidul selain wisata pantai antara lain: panjat tebing, susur gua, trekking/jelajah wisata, wisata pancing, out bond, berkemah. Sehingga sangat terbuka peluang usaha event organizer dan paket wisata yang lengkap dengan wisata kuliner dan kerajinan di Gunungkidul yang mempunyai karakteristik tersendiri.

B. PERTANIAN DALAM ARTI LUAS

  1. PERTANIAN TANAMAN PANGAN
    Pertanian mempunyai andil yang cukup besar, sumbangan terbesar dalam pembentukan PDRB dari sektor ini diberikan oleh Tanaman Pangan. Potensi unggulan komoditas tanaman pangan yang layak untuk ditawarkan diantaranya adalah ubi kayu dan jagung. Untuk dapat meningkatkan nilai jual komoditas ini sangat dibutuhkan investor untuk pengolahan ubi kayu dan jagung tersebut, kondisi saat ini kedua komoditas ini belum menjanjikan karena hanya dijual dalam bentuk bahan mentah (raw material) tanpa pengolahan lebih lanjut, seperti ubi kayu hanya dijual dalam bentuk gaplek dan jagung hanya dijual sebagai makanan ternak. Seiring dengan terjadinya pasar bebas peluang komoditas ubi kayu dan  jagung prospektif jika diolah menjadi produk turunan misal diolah menjadi tepung pengganti gandum maupun bio ethanol.
  2. KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN
    Terbukanya investasi di bidang kerajinan berbahan baku kayu jati untuk meubelair dengan kapasitas produksi kayu jati di Kabupaten Gunungkidul tahun 2013 sebesar 73.813,36 m3, didukung tingkat pelestarian yang relatif baik dan hasil produksi yang berkesinambungan sehingga sangat mendukung untuk usaha dibidang kerajinan kayu. Untuk sisa limbah kayu masih diperlukan suatu terobosan untuk pemanfaatannya sebagai bahan baku pembuatan souvenir (miniatur) atau usaha kreatif berbahan baku kayu lainnya. Komoditas perkebunan di Gunungkidul yang menonjol adalah mete, kakao, kelapa, akar wangi, dan tembakau. Peluang industri hilir perkebunan yang masih terbuka antara lain: pengolahan serbuk coklat, pengolahan limbah sabut kelapa, dan pengolahan tanaman jamu atau empon-empon.
  3. PETERNAKAN DAN PERIKANAN
    Peluang Investasi yang ditawarkan meliputi industri rumahan berbahan baku daging (nugget, sosis, abon, kerupuk rambak, pengalengan daging), industri rumahan berbahan baku ikan (nugget, keripik, abon, pengalengan ikan). Peternakan skala menengah kambing atau domba unggulan jenis Peranakan Ettawa, kambing pedaging Boerawa (silangan Boer jantan dengan PE betina), ternak kelinci pedaging maupun hias, ternak ayam buras dan sebagainya.

C. PERIJINAN DAN PROSEDUR

Dalam rangka menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Gunungkidul maka Pemerintah telah memberikan pelayanan perijinan berupa kebijakan-kebijakan yang mengatur tentang investasi, kebijakan dan peraturan tersebut berupa : perijinan penanaman modal yang diterbitkan pemerintah kabupaten/kota. Perizinan penanaman modal yang diterbitkan pemerintah propinsi. Kelengkapan permohonan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Kelengkapan permohonan Penanaman Modal Asing (PMA). Untuk secara terinci kebijakan dan peraturan tentang investasi tersebut, maka bagi para investor yang tertarik dapat menghubungi alamat yang terkait dengan investasi: Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Jl. Brigjen Katamso No.1 Wonosari Telp. (0274) 391942 Kodepos 55812.