Air Berkelanjutan

Hits: 0

Permasalah utama yang selalu terjadi di Kabupaten Gunungkidul adalah kekeringan atau kekurangan air, sedangkan air merupakan salah satu komponen dasar yang menjadi kebutuhan pokok manusia. Kekeringan sangat berpengaruh terhadap ketahan pangan keluarga dan dampak lebih jauh lagi adalah meningkatnya angka kemiskinan. Berbagai permasalahan dibidang lingkungan hidup yang terjadi akhir-akhir ini turut memberi dampak negatif terhadap ketersediaan dan kualitas air bersih. Kita sering mendengar warga masyarakat menjerit kesulitan mendapatkan air bersih, akibat kekurangan/keterbatasan mendapatkan air bersih tersebut.

Suatu upaya diperlukan untuk konservasi sumberdaya air guna menjamin ketersediaannya. Kegiatan konservasi ini tidak melulu hanya dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi perlu keterlibatan seluruh komponen masyarakat, pemangku kepentingan (OPD), dan dunia usaha untuk secara nyata dan massif mengupayakan gerakan  pemanfaatan air berkelanjutan. Gerakan pemanfaatan air berkelanjutan ini dapat dilakukan seperti pada musim kemarau dengan memanfaatkan air secara efisien. Langkah yang dapat dilakukan dengan menampung serta memanfaatkan air bekas cucian rumah tangga, air bekas wudhu, dan air limpasan AC untuk keperluan penyiraman tanaman, budidaya ikan, melakukan gerakan tanam tanaman sayur, tanaman buah buahan dalam pot maupun polybag.

Pemanfaatan pekarangan dan lahan-lahan kosong untuk budidaya tanaman apotik hidup, warung hidup dilakukan untuk menunjang ketahanan pangan keluarga, serta membuat bio pori dalam pekarangan yang dapat meresapkan air kedalam tanah. Pemanfaatan air secara berkelanjutan ini merupakan hasil penelitian kerjasama Bappeda dengan Universitas Gunungkidul (UGK) yang telah di tidak lanjuti dengan kebijakan Bupati Gunungkidul melalui Surat Edaran  Nomor : 6901/6982 tentang Gerakan Pemanfaatan Air Berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Surat Edaran tersebut mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia,  Tokoh Masyarakat diwilayah Kabupaten Gunungkidul  melalui Kepala  Perangkat Daerah/ Pimpinan Istansi vertikal dan Kepala Desa agar dapat menyusun langkah – langkah stategis serta melakukan inovasi pemanfaatan air secara berkelanjutan dilingkungan tempat tinggal maupun di istansi masing masing. Melalui Surat Edaran ini  diharapkan gerakan pemanfaatan air berkelanjutan menjadi sebuah gerakan yang nyata dan dilakukan berkesinambungan. Air adalah sumber kehidupan… (jalm)