AUDENSI RENCANA INVESTASI BRUNEI DARUSSALAM

Hits: 0

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gunungkidul pada hari Selasa 18 Agustus 2020 bertempat di ruang Rapat I Lantai I menyelenggarakan acara audensi dengan utusan dari Brunei Darussalam terkait rencana investasi di Kabupaten Gunungkidul. Dalam acara ini Bappeda juga menghadirkan OPD terkait meliputi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT), Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Komunikasi dan Informatika serta struktural Bappeda. 

Audensi dibuka dan dipandu langsung oleh Kepala Bappeda Sri Suhartanta, S.IP,,M.Si. Dalam sambutannya beliau menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus selamat datang  di Kabupaten Gunungkidul, disampaikan juga bahwa Kabupaten Gunungkidul memiliki banyak potensi sumber daya alam tersebar di 18 Kapanewon yang perlu digali dan dikembangkan serta membuka kran untuk investasi demi kesejahteraan masyarakatnya.

Sementara itu perwakilan Brunei Darussalam  memaparkan  bahwa Brunei Indonesia Malaysia Philipina (BIMP) dibentuk pada Pertemuan Tingkat Menteri ke-1 di Davao, Filipina tanggal 26 Maret 1994. BIMP dibentuk dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi di daerah serta mengurangi kesenjangan antar kawasan daalam lingkup kerjasama BIMP.
Dalam BIMP terdapat 8 (delapan) Clusters, yaitu:
1) Transport Cluster,
2) Information and Communication Technology Cluster,
3) Power Energy Infrastructure Cluster,
4) Agri-Business Cluster,
5) Tourism Cluster,
6) Environment Cluster,
7) Socio-Cultural and Education Cluster,
8) Trade and Investment Facilitation Cluster (TIFC).

Visi  dari BIMP adalah Resilient, Inclusive, Sustainable and Economically Competitive (RISE)  memiliki  3 (tiga) sasaran utama, yaitu:
i) Industri ramah lingkungan,
ii) pertanian dan perikanan, dan
iii) pariwisata melalui pendekatan bottom up lewat proses konsultasi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha daerah yang mempunyai sasaran, manfaat dan strategi prioritas secara terpisah menurut sektor masing-masing.

5 (lima) Pilar Strategis pada kerja sama yang menjadi target pembangunan utama, yaitu:
(1) Food Basket,
(2) Connectivity,
(3) Tourism,
(4) Environment dan
(5) Socio-cultural education.

Menanggapi pemaparan dari utusan Brunei Darussalam dilanjutkan dengan dialog dengan OPD terkait yang menyampaikan masukan mengenai potensi-potensi yang dapat dikembangkan bersama dengan BIMP. Acara audensi diakhiri dengan penyerahan dokumen proposal oleh perwakilan utusan dan diterima langsung oleh Kepala Bappeda. Dokumen ini akan kami sampaikan ke Bupati untuk dapat dipelajari terlebih lanjut, demikian pungkas Sri Suhartanta, S.IP, M.Si mengakhiri acara tersebut. (Jalm)