BAPPEDA IKUTI SOSIALISASI GISTARU

Hits: 27

Kementrian Agraria dan Tata Ruang (ATR/Badan Pertanahan Nasional) melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang telah meluncurkan layanan online GIS TARU (Geographic Information System Tata Ruang). Program layanan online ini merupakan pelaksanaan amanat Pasal 13 UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, “setiap warga negara Indonesia memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi penataan ruang,” demikian kata Bapak Budi Sunyoto, SH.MH.,M.Si Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang dalam acara pembukaan Sosialisasi Peranan GIS TARU Dalam Perencanaan Tata Ruang Daerah yang diselenggarakan oleh Kementrian ATR. Lebih lanjut dikatakan bahwa peluncuran layanan online GIS TARU ini merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Satu Peta. Lebih lanjut Bapak Budi Sunyoto mengatakan bahwa dengan terbukanya informasi mengenai penataan ruang diharapkan akan lebih mempermudah pelaku usaha untuk memperoleh perizinan, mendorong investasi, dan mendorong pembangunan yang tertib tata ruang.

Sosialisaai aplikasi GISTARU

Pada kesempatan ini, Bappeda Gunungkidul mengirimkan 2 (dua) orang personil untuk mengikuti pelatihan tersebut, yaitu Rismiyadi, SP.M.Si (Kepala Bidang Litbang dan Pengendalian) dan M. Fajar Nugroho, ST.,MT (Kepala Sub Bidang Penataan Ruang). Beberapa hal yang dipelajari oleh peserta pelatihan yang nantinya dapat disebarluaskan informasinya kepada segenap pihak adalah :
Kebijakan Penataan Ruang dan Pertanahan
Peranan GIS TARU dalam Perencanaan Tata Ruang Daerah
Petunjuk Awal Penggunaan GIS TARU, yang selanjutnya dapat diakses di http://gistaru.atrbpn.go.id/rtronline/
Ke depan diharapkan bahwa GIS TARU akan diterapkan secara lebih efektif di semua daerah, dan dapat mendukung adanya layanan perizinan berusaha terintegrasi atau Online Single Submission. Untuk itu Pemerintah juga mendorong segenap Pemerintah Daerah untuk mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang setelah RTRW ditetapkan. (RG)