Bappeda Lanjutkan Kerjasama Dengan Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) Dan Nanyang Tecnological University (NTU) Singapore

Hits: 64

Program penyediaan air minum berbasis masyarakat yang dilaksanakan oleh ITY bekerjasama dengan NTU di Padukuhan Tamansari Desa Watugajah Kecamatan Gedangsari pada tahun 2018 telah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Berdasarkan survey yang dilakukan oleh Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bambang Riyanto, SE, MT didampingi Kepala Subbidang Penataan Ruang dan Pertanahan M. Fajar Nugroho, ST dan jajaran staf Bidang Fisik dan Prasarana pada hari Senin 14 Januari 2019, masyarakat telah dapat mengembangkan program tersebut melalui swadaya murni masyarakat setempat. Dari semula bantuan berupa 1 (satu) buah sumur bor beserta 2 (dua) mesin pompa serta jaringan distribusi SR untuk 24 KK, saat ini telah berkembang menjadi 3 (tiga) sumur bor dan 4 (empat) mesin pompa serta telah menjangkau 35 KK. Hal tersebut menunjukkan bahwa program bantuan telah dapat meningkatkan keberdayaan masyarakat di lokasi kegiatan, sehingga pada saatnya masyarakat diharapkan menjadi lebih mandiri.

Kondisi tersebut mendapatkan apresiasi dari Rektor ITY Prof. Dr. Chafid Fandeli dan Senior Assistant Manager Nanyang Environment and Water Research Institute Ms. Josephine Chow dalam audiensi dengan Kepala Bappeda Kabupaten Gunungkidul Kamis, 17 Januari 2019. Menurut Rektor ITY, program ini dilakukan untuk mencari model penyediaan air minum berbasis masyarakat yang sesuai dengan kearifan lokal masyarakat. Nantinya apabila telah ditemukan model yang sesuai, dapat diterapkan pada masyarakat dengan skala yang lebih luas.

Dalam acara tersebut Kepala Bappeda Sri Suhartanta, SIP, M.Si menyampaikan ucapan terimakasih kepada ITY dan NTU yang telah peduli terhadap kebutuhan air minum masyarakat Gunungkidul, khususnya masyarakat di perbatasan yang berpenghasilan rendah, sehingga dapat meringankan beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus mengupayakan pemenuhan cakupan layanan air minum dengan optimalisasi sumber-sumber pendanaan baik itu APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN, Corporate Social Responsibility (CSR) maupun Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Selain itu, Kepala Bagian Kerjasama ITY Agus Suyanto, S.Hut, M.Sc. menyampaikan bahwa untuk tahun 2019 ITY bersama NTU akan melanjutkan program tersebut di Padukuhan Pudak Desa Terbah Kecamatan Patuk. Survey awal dan sosialisasi kepada masyarakat telah dilakukan oleh ITY. Selain itu, Ms. Josephine Chow menyampaikan, tidak menutup kemungkinan lokasi lain sesuai usulan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga dapat diakomodir. Sedangkan NTU memberikan waktu selama 2 (dua) minggu kepada ITY untuk menyusun proposal kegiatan tahun 2019. (br)