BENCANA BANJIR DAN PENTINGNYA PENGENDALIAN TATA RUANG DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Hits: 12

Kejadian bencana banjir, tanah longsor, dan angin kencang di Kabupaten Gunungkidul pada Hari Ahad tanggal 17 Maret 2019, telah mengakibatkan adanya kerusakan bangunan dan lingkunganyang menimbulkan kerugian material. Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Gunungkidul tercatat ada 13 kecamatan, 57 titik kejadian dan 147 KK yang terdampak bencana. Salah satu dampak banjir yang mengakibatkan terganggunya aktivitas ekonomi warga yaitu kerusakan TPI Ngrenehan yang terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari. Banjir bandang tersebut menerjang kawasan pantai Ngrenehan, menyapu dan merusak puluhan kapal, menghancurkan tempat pendaratan kapal, pos pengawasn pantai dan sejumlah warung milik pedagang. Akibatnya denyut perekonomian di pantai tersebut terlihat lumpuh total.Saat ini kondisi bangunan Pos Pengawas Pantai Ngrenehan sangat membahayakan karena bangunan mengalami kemiringan mencapai 200, struktur bangunan mengalami retak-retak, dan pondasi bangunan mengalami abrasi dan pergeseran.

Dalam kunjungan lapangan terdampak bencana banjir pada Hari Rabu Tanggal 20 Maret 2019 Bupati Gunungkidul mewacanakan untuk penanganan dampak kejadian bencana di Kawasan TPI Ngrenehan, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari dengan melakukan penanganan secara terpadu dan melakukan perencanaan yang matang agar pada masa-masa mendatang tidak terjadi lagi kejadian bencana. Di tempat lain, Bupati Gunungkidul Badingah juga berkesempatan meninjau SMP 3 Saptosari yang hingga hari ke-4 masih tergenang air kurang lebih 1 meter. Beliau menyampaikan bahwa relokasi SMP 3 Saptosari sudah menjadi program prioritas penanganan karena sekolah ini dari tahun ke tahun menjadi langganan banjir. Relokasi ini akan segera dilaksanakan pada tahun 2019, melalui dana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana dari BNPB. Dalam kesempatan tersebut secara khusus Bupati memerintahkan kepada Bappeda Kabupaten Gunungkidul untuk melakukan kajian dan evaluasi serta perencanaan di sekitar kawasanTPI Ngrenehandengan memperhatikan berbagai potensi bencana yang akan muncul.

Disampaikan oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Gunungkidul Ir. Sri Agus Wahyono, M.Si, guna menjawab harapan ibu Bupati tersebut maka perlu dilihat lebih luas, kejadian bencana alam seperti banjir, longsor, erosi dan kekeringan tidak lepas dari faktor tata ruang wilayah, selain itu juga terdapat faktor manusia, iklim dan pola pembangunan. Besarnya curah hujan dan luasnya daerahtanggapan hujan tidak diimbangi dengan ketersediaan saluran drainase yang memadai. Adanya perilaku masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan menyebabkan drainase tertutup sampah yang akhirnya semakin menjadi pemicu terjadinya banjir. Dengan demikian, tata ruang menjadi sangat berperan dalam penetapan kawasan budidaya dan kawasan lindung. Hutan lindung berfungsi meresapkan air hujan, mengendalikan banjir, mengendalikan erosi tanah dan longsor serta menghindarkan daerah hilir dari bencana kekeringan. (fispra)