Lokakarya Expose Rencana Aksi Daerah Penyediaan Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan ( RAD – AMPL ) Kabupaten Gunungkidul

Pada hari Kamis, 29 November 2018 diselenggarakan Lokakarya Expose RAD-AMPL Kabupaten Gunungkidul yang dihadiri oleh para pemangku kepentingan di bidang penyediaan dan pengelolaan air minum di Kabupaten Gunungkidul.  Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh masukan penyempurnaan RAD-AMPL yang telah disusun, dari para stakeholders penyediaan air minum dan penyehatan lingkungan di Kabupaten Gunungkidul.

 

Ekspose dibuka oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Gunungkidul Ir. Sri Agus Wahyono, M.Si. Dalam sambutan pengarahannya beliau menyampaikan pentingnya penyusunan RAD-AMPL disusun sebagai acuan pelaksanaan penyediaan dan pengelolaan air minum. Dalam rangka memperkuat kapasitas pemerintah kabupaten dalam melaksanakan mandatnya untuk pengelolaan pembangunan air minum dan sanitasi di tingkat kabupaten menuju 100% akses, pemerintah kabupaten perlu memiliki kebijakan yang jelas, terukur dan dapat dilaksanakan (implementatif). Pencapaian Universal Access harus terinternalisasi dalam kebijakan penyelenggaraan pembangunan daerah, mulai dari kebijakan perencanaan sampai dengan pengendalian dan evaluasi. Termasuk diantaranya kebijakan pemanfaatan APBD, Dana Desa, DAK Air Minum, DAK Sanitasi, DAK Kesehatan fisik maupun non fisik, Hibah Air Minum Perdesaan, CSR dan lain-lainnya. Karena itu diharapkan kita memiliki kebijakan yang memungkinkan seluruh sumber daya yang ada dan yang masuk ke Kabupaten diorientasikan untuk pemenuhan air minum dan sanitasi ini, baik melalui investasi fisik maupun investasi non fisik.

Salah satu instrumen kebijakan tersebut adalah dokumen Rencana Aksi Daerah bidang Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL). Sebagai instrumen kolaborasi berbagai stakeholders untuk sinkronisasi program-program terkait air minum dan sanitasi yang layak dan keberlanjutan. Kebijakan daerah yang dimaksud mencakup penetapan target tahunan, strategi, program, rencana anggaran dan sumber pembiayaan. Penyusunan kebijakan daerah dan program prioritas air minum dan sanitasi jangka menengah dalam bentuk RAD AMPL akan dinilai bermanfaat jika hasil penyusunannya dapat digunakan dalam penyelenggaraan pengembangan air minum dan sanitasi daerah. Agar dapat bermanfaat, selain memiliki kualitas substansi yang baik, RAD-AMPL ini juga harus dapat dikomunikasikan dengan para pengambil keputusan perencanaan dan penganggaran sehingga program/kegiatan dalam RAD AMPL mendapat dukungan dan kesepakatan sebagai program prioritas untuk dimuat dalam dokumen RKPD dan APBD.

Setelah dilakukan paparan Draft RAD–AMPL oleh District Coordinator PAMSIMAS Kabupaten Gunungkidul Eko Setyo Winanto, SE, dilanjutkan sesi diskusi yang dipandu oleh Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bambang Riyanto, SE, MT. Hasil diskusi disepakati beberapa hal antara lain: Target Capaian Kinerja AMPL 2017-2021, Program dan Kegiatan Prioritas AMPL 5 (lima) tahun ke depan serta mengesahkan RAD-AMPL melalui Peraturan Bupati Gunungkidul (BR).

Evaluasi Efektivitas Perencanaan DAK Kabupaten Gunungkidul

Gunungkidul – Dana Alokasi Khusus yang selanjutnya disingkat DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. Pada hari Rabu, 15 Agustus 2018 Tim Evaluasi dari Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas melakukan pemantauan dan evaluasi kebijakan perencanaan Dana Alokasi Khusus yang disampaikan melalui aplikasi KRISNA DAK. Evaluasi tersebut dilakukan oleh Tim dari Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, dihadiri oleh OPD pengampu DAK, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Bagian Administrasi Pembangunan Setda serta Bidang-bidang di BAPPEDA.
WhatsApp Image 2018-08-16 at 10.33.11
Tujuan kegiatan tersebut untuk melakukan evaluasi terhadap proses perencanaan dan penganggaran, khususnya proses perencanaan yang telah menggunakan aplikasi KRISNA DAK dalam mewujudkan sinergi perencanaan-penganggaran hingga monev Dana Transfer Khusus. Dalam evaluasi tersebut disampaikan bahwa aplikasi KRISNA DAK merupakan aplikasi yang baru digunakan untuk tahun anggaran 2018, sedangkan tahun sebelumnya (2017) masih menggunakan aplikasi ePlanning DAK dan Sinkronisasi. Pada kesempatan itu Tim Evaluasi menerima masukan dan saran terkait aplikasi KRISNA DAK sebagai bahan penyempurnaan aplikasi.
WhatsApp Image 2018-08-16 at 10.33.09
Aplikasi KRISNA DAK mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangungan Daerah (BAPPEDA) Bapak Sri Suhartanta, SIP., M.Si disampaikan bahwa secara umum Aplikasi KRISNA DAK sudah semakin baik dibandingkan dengan aplikasi tahun-tahun sebelumnya, karena semakin terkonsolidasi untuk usulan serta sistem kontrol yang juga lebih baik karena harus dengan submit oleh kepala BAPPEDA. Disampaikan pula oleh Kepala BAPPEDA terkait regulasi dalam aplikasi tersebut sudah terdapat beberapa kebijakan misalkan tentang penentuan unit cost, paket, satuan tolok ukur output dan outcome serta bidang-bidang apa saja yang telah ditentukan dalam Dana Alokasi Khusus.
Kegiatan evalusasi dilanjutkan dengan kunjungan ke lapangan didampingi oleh tim dari BAPPEDA, Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. (pam)
WhatsApp Image 2018-08-16 at 10.33.13

Hasil Selekasi Tertulis, Praktek, dan Wawancara Calon Asisten Ahli BAPPEDA Kabupaten Gunungkidul TA. 2016

PENGUMUMAN
No. 814.1/00054

Hasil Selekasi Tertulis, Praktek, dan Wawancara Calon Asisten Ahli Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Gunungkidul TA. 2016

  1. Novi Imoratul Ula
  2. Danu Setiyawan
  3. Ervina Fitriatun Nafisah
  4. Utik Yuliani
  5. Nurpenta Geofani
  6. Eko Prasetyo

Kepada seluruh peserta yang tersebut diatas selanjutnya diharapkan dapat hadir untuk registrasi ulang pada hari Rabu, 3 Februari 2016 Pukul 09.00 WIB bertempat di Sekretariat BAPPEDA Kabupaten Gunungkidul

 Pengumuman-test-tertulis-dan-wawancara

Jadwal Musrenbang Kecamatan 2016

Jadwal Musrenbang Kecamatan 2016

  1. Senin, 1 Februari 2016
    Kecamatan Semin
    Kecamatan Ngawen
    Kecamatan Karangmojo
    Kecamatan Nglipar
    Kecamatan Gedangsari

 

  1. Selasa, 2 Februari 2016
    Kecamatan Patuk
    Kecamatan Playen
    Kecamatan Paliyan
    Kecamatan Wonosari

 

  1. Rabu, 3 Februari 2016
    Kecamatan Tanjungsari
    Kecamatan Saptosari
    Kecamatan Purwosari
    Kecamatan Panggang
    Kecamatan Tepus

 

  1. Kamis, 4 Februari 2016
    Kecamatan Rongkop
    Kecamatan Ponjong
    Kecamatan Semanu
    Kecamatan Girisubo