Audit kinerja BPK dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Tentang Peran SIDA SAMEKTA Terhadap Kebijakan Pembangunan Perdesaan

Sebagai bentuk implementasi Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengembangkan Sistem Informasi Desa (SID) yang selanjutnya disebut SIDA SAMEKTA (Sistem Informasi Desa Sarana Mewujudkan Desa Aktif dan Sejahtera). SIDA SAMEKTA yang mulai dibangun pada Tahun 2011 di 2 (dua) desa dengan bersinergi dengan lembaga non pemerintah, pada tahun 2016 telah diterapkan di 144 desa di Kabupaten Gunungkidul. Penerapan SIDA SAMEKTA telah memberikan manfaat bagi pengguna Pemerintah Desa dan masyarakat melalui 3 (tiga) fungsi utama yaitu: 1) Pelayanan Umum; 2) Olah data untuk kepentingan perencanan pembangunan; dan 3) Jurnalisme warga (sarana penyampaian informasi dan komunikasi antara Pemerintah Desa dan warga). Lanjutkan membaca “Audit kinerja BPK dan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Tentang Peran SIDA SAMEKTA Terhadap Kebijakan Pembangunan Perdesaan”

Evaluasi Efektivitas Perencanaan DAK Kabupaten Gunungkidul

Gunungkidul – Dana Alokasi Khusus yang selanjutnya disingkat DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah. Pada hari Rabu, 15 Agustus 2018 Tim Evaluasi dari Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas melakukan pemantauan dan evaluasi kebijakan perencanaan Dana Alokasi Khusus yang disampaikan melalui aplikasi KRISNA DAK. Evaluasi tersebut dilakukan oleh Tim dari Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS, dihadiri oleh OPD pengampu DAK, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Bagian Administrasi Pembangunan Setda serta Bidang-bidang di BAPPEDA.
WhatsApp Image 2018-08-16 at 10.33.11
Tujuan kegiatan tersebut untuk melakukan evaluasi terhadap proses perencanaan dan penganggaran, khususnya proses perencanaan yang telah menggunakan aplikasi KRISNA DAK dalam mewujudkan sinergi perencanaan-penganggaran hingga monev Dana Transfer Khusus. Dalam evaluasi tersebut disampaikan bahwa aplikasi KRISNA DAK merupakan aplikasi yang baru digunakan untuk tahun anggaran 2018, sedangkan tahun sebelumnya (2017) masih menggunakan aplikasi ePlanning DAK dan Sinkronisasi. Pada kesempatan itu Tim Evaluasi menerima masukan dan saran terkait aplikasi KRISNA DAK sebagai bahan penyempurnaan aplikasi.
WhatsApp Image 2018-08-16 at 10.33.09
Aplikasi KRISNA DAK mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangungan Daerah (BAPPEDA) Bapak Sri Suhartanta, SIP., M.Si disampaikan bahwa secara umum Aplikasi KRISNA DAK sudah semakin baik dibandingkan dengan aplikasi tahun-tahun sebelumnya, karena semakin terkonsolidasi untuk usulan serta sistem kontrol yang juga lebih baik karena harus dengan submit oleh kepala BAPPEDA. Disampaikan pula oleh Kepala BAPPEDA terkait regulasi dalam aplikasi tersebut sudah terdapat beberapa kebijakan misalkan tentang penentuan unit cost, paket, satuan tolok ukur output dan outcome serta bidang-bidang apa saja yang telah ditentukan dalam Dana Alokasi Khusus.
Kegiatan evalusasi dilanjutkan dengan kunjungan ke lapangan didampingi oleh tim dari BAPPEDA, Dinas Pariwisata dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan. (pam)
WhatsApp Image 2018-08-16 at 10.33.13

Rapat Koordinasi dan Entry Perubahan Renja PD 2018

Pada Hari Kamis, 2 Agustus 2018, bertempat di RR. Barat Bappeda Kab. Gunungkidul,  pukul 09.00 Wib,  diadakan Rapat Koordinasi dan Entry Perubahan Renja PD 2018 pada aplikasi e-planning. Peserta yang berasal dari 47 PD yang ada di Kabupaten Gunungkidul dan merupakan pejabat yang membidangi Perencanaan mendapat pengarahan mengenai proses renja perubahan tahun 2018 melalui aplikasi e-planning.

Pelatihan Renja Perubahan

Matrik renja perubahan melalui e-planning yang baru pertama kali dioperasionalkan untuk tahun 2018, sehingga masih banyak sekali kekurangan yang perlu disempurnakan. Kendala-kendala yang akan muncul dalam entri aplikasi tersebut akan dijadikan sebagai bahan penyempurnaan aplikasi di tahun berikutnya. Proses penyusunan Renja Perubahan Tahun 2018 yang sudah diawali dengan penyerahan Matrik Perubahan Rencana Kerja (Renja) tahun 2018 dalam bentuk hardcopy oleh semua PD akan dijadikan sebagai pedoman dalam usulan penganggaran perubahan di Tahun 2018.

Dengan adanya aplikasi tersebut bertujuan untuk mempermudah dalam proses penyusunan renja perubahan, hal ini bisa terlihat dari terintgrasinya data dari DPA tahun 2018 dengan aplikasi e-planning, sehingga PD tidak perlu membuka dan melihat DPA Tahun 2018 untuk mengetahui anggaran, keluaran yang ada di DPA Tahun 2018. Dalam entri matrik perubahan tahun 2018 telah tersedia data-data integrasi seperti:

  1. Data anggaran setiap kegiatan dan program  yang diambil dari data DPA Tahun 2018.

  2. Data tolak ukur, target, dan satuan dari setiap keluaran kegiatan tahun 2018.

  3. Anggaran kegiatan di Renja Tahun 2019.

  4. Hasil Kegiatan di masing-masing kegiatan Tahun 2018.

Hal ini sangat membantu PD dalam mengentri matrik renja perubahan tahun 2018.

Dalam entri matrik perubahan tahun 2018 ada beberapa hal yang perlu diperhatikan PD terkait dengan target, keluaran, satuan yang ada di keluaran dan hasil kegiatan yang ada di tahun 2018, perubahan dan tahun 2019. Diperlukan adanya sinkronisasi dari masing-masing keluaran/output di masing-masing indikator antara matrik 2018, perubahan dan tahun 2019. Dari hasil pencermatan sementara dari matrik PD yang dikirimkan, masih banyak target, keluaran, dan indikator yang belum sinkron untuk 2018, perubahan dan tahun 2019.  (Fe_Ve)