Desa-Desa di Provinsi DI. Yogyakarta Semakin Mandiri

Hits: 30

Bertempat di Ruang Rapat A Bappeda DIY, Kamis, 5 September, Bappeda Kab. Gunungkidul menghadiri Ekspose Data Indeks Desa Membangun Tahun 2019 yang diselenggarakan Bappeda DIY, dengan menghadirkan nara sumber Koordinator Konsultan Pendamping Wilayah (KPW) DIY Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Murtodo, SH., didampingi Tim.

Acara mengundang Biro Tata Pemerintahan Setda DIY, Bappeda kabupaten/Kota, Dinas yang membidangi pemerintahan desa, dan Koordinator Tenaga Ahli P3MD Kabupaten/Kota. Dalam paparan pembukaan, pimpinan rapat, Kasubdit Kesejahteraan Rakyat Bappeda DIY Doddy Bagus Jatmiko, SE.Akt., menyampaikan bahwa Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan instrumen untuk mengevaluasi perkembangan desa dengan memperhatikan karakteristiknya. Pemda DIY sangat berharap bahwa IDM bisa juga untuk memotret kondisi riel di lapangan dikaitkan dengan pemrioritasan penanggulangan kemiskinan dengan target angka kemiskinan 7% pada akhir periode RPJMD DIY Tahun 2018-2022.

Sementara Koordinator KPW P3MD, Murtodo, SH., memaparkan bahwa pembangunan desa merupakan bagian dari  Nawacita Presiden Jokowi. Nawacita khususnya agenda ketiga adalah Membangun Indonesia dari Pinggiran dan Memperkuat Daerah-daerah dan Desa dalam Kerangka Negara Kesatuan. Dengan adanya IDM menjadi hal penting untuk mengevaluasi sekaligus  sebagai instrumen pencapaian target sasaran RPJMN 2015-2019, mengurangi 5.000 desa tertinggal dan meningkatkan 2.000 desa mandiri. IDM sendiri merupakan indeks komposit dari tiga aspek, yaitu indeks ketahanan sosial, indeks ketahanan ekonomi, dan indeks ketahanan ekologi desa, sesuai dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi  Nomor 2 Tahun 2016 tentang Indeks Desa Membangun, dan Keputusan Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi  Nomor 52 Tahun 2018 tentang Status Kemajuan dan Kemandirian Desa. Tenaga pendamping telah melakukan pendataan dari tingkat desa, kecamatan, dan kabupaten melalui kerja sama dengan Bappeda dan Perangkat Daerah terkait di masing-masing kabupaten.

Di akhir ekspose disepakati bahwa usulan IDM dari Pemda DIY kepada Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi untuk status perkembangan desa pada Tahun 2019 ini terdiri dari 49 Desa Mandiri, 204 Desa Maju, dan 139 Desa Berkembang, tak ada satupun desa yang berstatus tertinggal atau sangat tertinggal. Hal ini merupakan kemajuan dibanding kondisi Tahun 2018 dimana jumlah Desa Mandiri sebanyak 29, Desa Maju 183, Desa Berkembang sejumlah 175 desa, dan terdapat Desa Tertinggal sejumlah 5 desa. Khusus untuk Kabupaten Gunungkidul diusulkan ada 11 Desa Mandiri, 78 Desa Maju, dan 55 Desa Berkembang, sebuah perkembangan positif dibanding Tahun 2018 dimana baru ada 7 Desa Mandiri. (HHP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *