FGD DAMPAK PARIWISATA TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT GUNUNGKIDUL BERSAMA STIE YKPN YOGYAKARTA

Hits: 0

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah bersama STIE YKPN Yogyakarta  pada hari Selasa 29 Oktober 2019 bertempat di Ruang Rapat 1 lantai 1 Bappeda Gunungkidul  Jalan Satria No 03 Wonosari  melaksanakan Focus Group Discussion bertajuk ”Kajian Dampak Pariwisata Terhadap Pendapatan Masyarakat Kabupaten Gunungkidul”. Peserta yag dihadirkan  dalam FGD ini berasal dari pokdarwis, kepala desa dan OPD terkait.

Acara dibuka oleh Kepala Bappeda Gunungkidul Sri Suhartanta, S.IP., M.Si. Dalam pembukaannya beliau menyampaikan bahwa Kabupaten Gunungkidul memiliki banyak potensi wisata unggulan yg terbagi dalam 5 Kawasan Strategis Pariwisata. Pembangunan pariwisata diharapkan bersifat inklusif yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan, hal ini dapat terlihat sisi pendapatan masyarakat.

STIE YKPN sejak tahun 2018 telah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Kajian yang dilakukan ini merupakan pelaksanaan dari Tri Darma Perguruan Tinggi terutama poin kedua tentang penelitian dan pengembangan dan ke poin tiga tentang pengabdian pada masyarakat. STIE YKPN membuka peluang kerjasama dengan OPD di Kabupaten Gunungkidul yang hasilnya dapat memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, demikian sambutan dari Ketua STIE YKPN  Dr. Haryono Subiyakto, M.Si

Selanjutnya FGD dilanjutkan dengan paparan dan diskusi yang dipandu oleh Olivia Barcelona Nasution, SE., M.Sc. Tim Peneliti dari STIE YKPN yang diketuai oleh Dr. Rudy Badrudin, M.Si. bersama 6 orang anggotanya, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan penjabaran dari sebuah tahapan proses penelitian yang mengeksplorasi obyek wisata di lima Kawasan Strategis Pariwisata Kabupaten Gunungkidul. Tahapan proses tersebut menggunakan instrument kuisioner dan wawancara. Sasaran responden adalah masyarakat disekitar objek, Pemerintah Daerah, pelaku usaha dan pengunjung.  Pengukuran menggunakan metode Indeks  Persepsi Responden (IPR), sedangkan parameter yang diukur meliputi : keberadaan objek wisata, sarana pendukung objek wisata, promosi objek wisata, peran masyarakat terhadap pengunjung, dampak objek wisata terhadap pendapatan masyarakat.

Dampak objek wisata terhadap lapangan kerja, dampak objek wisata terhadap aktivitas perekonomian, dampak negatif objek wisata terhadap sosial ekonomi masyarakat, hipotesis dari kajian tersebut berdampak signifikan, demikian Dr. Rudi memaparkan kajiannya. Tim peneliti mengharap umpan balik dari peserta yang hadir baik berupa saran masukan maupun sanggahan yang akan melengkapi dan menyempurnakan hasil kajian yang dilakukannya.(Jalm)