Focus Group Discussion Kecamatan Iptek Rongkop

Hits: 20

Focus Group Discussion tentang Kecamatan Iptek Rongkop pada tanggal 27 Desember 2018, bertempat di ruang rapat BPTBA LIPI Gading

Bappeda Gunungkidul kembali menyelenggarakan Focus Group Discussion tentang Kecamatan Iptek Rongkop pada tanggal 27 Desember 2018, bertempat di ruang rapat BPTBA LIPI Gading. Acara tersebut menghadirkan beberapa narasumber, yaitu Kepala Pusat KKN Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UII Yogyakarta, Kepala BPTBA LIPI, Bappeda Gunungkidul, dan Camat Rongkop, serta dikuti oleh peserta dari Organisasi Perangkat Daerah, Peneliti BPTBA LIPI, Universitas Gunungkidul, Lembaga Swadaya Masyarakat, Kepala Desa se-Kecamatan Rongkop, dan Galeria Etnic Nusantara.

Dalam sambutannya, Kepala Bappeda Gunungkidul yang diwakili oleh Rismiyadi SP, M.Si., Kepala Bidang Litbang dan Pengendalian, mengharapkan agar forum ini bisa menguatkan kerjasama antar pihak dalam mengembangkan kecamatan Rongkop. Ditegaskan pula bahwa sebagai wilayah yang menghubungkan antara DIY dengan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, Kecamatan Rongkop mempunyai peran yang sangat strategis dan kaya akan potensi yang bisa dikembangkan. Wilayah ini diharapkan juga dapat mendukung visi Bupati Gunungkidul dalam pengembangan pariwisata melalui optimalisasi sumberdaya berbasis pertanian dan UMKM .

Pada kesempatan tersebut, masing-masing narasumber menyampaikan materi sebagai berikut :

  1. Rencana Kerja Pembangunan Daerah, oleh Kepala Bidang Litbang dan Pengendalian Bappeda; beberapa hal yang disampaikan adalah tentang target pembangunan yang menjadi prioritas dalam RPJMD Tahun 2016-2021. Selain itu, disampaikan pula tentang materi kelitbangan, yaitu penetapan Rongkop sebagai Kecamatan Iptek melalui Keputusan Bupati. Kemudian, tentang hasil kerjasama penelitian antara Bappeda dengan lembaga penelitian yang akan ditindaklanjuti melalui Keputusan yang mengikat agar bisa dijadikan pedoman oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
  2. Pelaksanaan Iptekda LIPI oleh Kepala BPTBA LIPI, Hardi Julendra, S.Pt, M.Si; mengharapkan dan mengajak Organisasi Perangkat Daerah untuk bersinergi dengan BPTBA LIPI dalam mengembangkan hasil-hasil penelitian dan mendukung Iptekda. Secara tegas, Hardi Julendra menyampaikan perlunya forum komunikasi kecamatan Iptek Rongkop dan menyambut baik Keputusan Bupati tentang Penetapan Kecamatan Rongkop sebagai Kecamatan Iptek.
  3. Program Pengabdian Kepada Masyarakat UII, dr. Edi Fitriyanto, M.Gizi; menyampaikan bahwa program pengabdian masyarakat UII akan didesain melalui sistem yang mendasarkan pada data dan potensi masyarakat setempat. Melalui sistem tersebut, program pemberdayaan masyarakat akan dilakukan tahap demi tahap secara berkesinambungan. Disampaikan pula bahwa potensi kecamatan Rongkop perlu disampaikan secara luas dan dibranding melalui pemanfaatan teknologi informasi. Dalam waktu dekat, UII akan menerjunkan mahasiswa KKN untuk membantu mengidentifikasi potensi di desa Petir, Kecamatan Rongkop.
  4. Potensi dan Kendala Pembangunan oleh Camat Rongkop; dalam paparannya mengharapkan agar pintu masuk kabupaten Gunungkidul dari arah timur dapat dibangun dengan lebih baik seperti halnya pintu masuk dari arah barat dan utara. Pintu masuk yang terhubung melalui jalur lintas selatan tersebut, diharapkan juga dilengkapi rest area dan pusat transaksi jual beli yang menampung potensi produk lokal. Camat Rongkop meminta agar UII dapat memotret seluruh potensi yang ada di 8 (delapan) desa.
Peserta Focus Group Discussion tentang Kecamatan Iptek Rongkop

Paparan narasumber tersebut mendapatkan tanggapan yang positif dari Organisasi Perangkat Daerah; Dinas Pertanian dan Pangan, Disperindag, DLH, dan Dinas Pariwisata. Mereka menyampaikan ketertarikan dan beberapa program yang sudah dijalankan. Selain itu beberapa pihak juga memberikan apresiasi, yaitu dari Forum Kepala Desa, Galeri Etnik Nusantara dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Galeri Etnik Nusantara bahkan bersedia untuk membimbing secara langsung pelaku UMKM Rongkop dan akan membawa produk-produk mereka ke Galeri produk di Jakarta.

Dari beberapa tanggapan peserta, beberapa hal yang penting adalah : 1). Melalui program kecamatan Iptek diharapkan akan meningkatkan denyut perekonomian di Rongkop, 2). Bagaimana menghadirkan produk kecamatan Rongkop ke dalam sebuah destinasi wisata, 3). Perlunya Forum Komunikasi Kecamatan Iptek Rongkop.

Untuk menguatkan sinergi ini, peserta mengharapkan ada forum lanjutan agar poin-poin penting dalam forum ini dapat dibahas secara khusus.(ris)