Forum Diskusi Webinar Dewan Riset Nasional Bersama DRD

Hits: 0

Dewan Riset Nasional menyelenggarakan Forum Diskusi Webinar Nasional Kedua antara Dewan Riset Nasional dengan Dewan Riset Daerah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari kamis 15 Oktober 2020 mulai jam 13.00 wib dengan mengambil tema  “Berbagi Pengalaman Terbebas Covid dan Persiapan Pilkada  di Masa Pandemi”.  Webinar ini dengan menghadirkan narasumber Ketua DRN Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU.,   Prof. Dr. Arif Satria SP. M.Si Rektor Institut Pertanian Bogor  Prof. Dr. dr. Idrus Andi Paturusi, Sp.BO Guru Besar Universitas Hasanuddin,  Ir. Suryono, M.Sc Ketua DRD Kabupaten Jepara, Prof. Dr. R. Siti Zuhro, MA Ketua Komtek Sosial Humaniora DRN/ LIPI dan Prof. Dr. Sigit Riyanto, SH., LLM anggota Komtek Hankam DRN/Universitas Gajah Mada. Sementara itu  DRD Kabupaten Gunungkidul yang turut hadir dalam webinar tersebut, yaitu  Rismiyadi SP. M.Si selaku Sekretaris DRD beserta personil bidang Litbang.

Ketua Dewan Riset Nasional  Dr. Ir. Bambang Setiadi, IPU dalam pengantarnya menyampaikan bahwa  berdasarkan data kasus Covid-19 sampai saat ini cenderung mengalami kenaikan baik yang positif maupun tingkat kematiannya. Bahkan ditingkat Asia angka kematian karena Covid-19 cukup tinggi terbanyak urutan ke 3 Asia, sehingga diperlukan penanganan yang baik dan perlu langkah-langkah antisipasi berkenaan akan digelarnya Pilkada serentak pada bulan Desember yg akan datang.

Sementara itu Prof. Dr. Arif Satria SP. M.Si  Rektor Institut Pertanian Bogor sebagai narasumber berbagi pengalaman penanganan covid yaitu seperti diketahui sebelumnya beliau dinyatakan positif covid 19 dan dirawat selama 5 hari. Menurut beliau kunci untuk kesembuhan dari covid ada tiga hal yaitu :

  1. Ketahanan spiritual, seseorang yang dinyatakan positif covid akan mengalami tekanan psikologis yang sangat luar biasa dan mengalami kepanikan hal ini akan menurunkan imum tubuh sehingga perlu memperkuat spriritual kedekatan dengan Tuhan. Harus iklas tetap tenang dan memiliki meansaid sembuh;
  2. Ketahanan sosial, ini diperlukan dari orang orang disekitarnya untuk mensuport dengan memberi dukungan doa dan dukungan moral; dan
  3. Ketahanan fisik meliputi asupan protein yang tinggi dan asupan buah buahan dan perlunya infus untuk meningkaatkan ketahanan tubuh.

Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Idrus Andi Paturusi, Sp.BO Guru Besar Universitas Hasanuddin, sebagai narasumber kedua  lebih lanjut menambakan bahwa seseorang yang positif covid perlu dilakukan cek darah maupun CT-Scan untuk mengetahui kesehatan paru-parunya ada tidaknya penyakit sampinganya, sehingga diketahui lebih awal karena penanganan yag terlambat akan berdampak fatal.

Materi kedua dalam webinar ini terkait Persiapan Pilkada di Masa Pandemi  para narasumber Prof. Dr. R. Siti Zuhro, MA Ketua Komtek Sosial Humaniora DRN/ LIPI dan Prof. Dr. Sigit Riyanto, SH., LLM anggota Komtek Hankam DRN/Universitas Gajah Mada,  secara bergantian menyampaikan paparannya. Menurut  Prof. Dr R. Siti Pilkada yang akan dilaksanakan 9 Desember mendatang dapat ditinjau dari aspek kemanusiaan dan kualitas demokrasi, berdasarkan data Satgas Gugus Covid  menyebutkan  adanya kencenderungan kenaikan sepanjang bulan September. Bahkan kenaikan hingga 4 kali lipat di banding rata-rata periode Juli Agustus 2020, demikian juga fakta di lapangan  terkait  dengan tahapan-tahapan Pilkada  yang telah dilakukan oleh penyelenggara  pemilu  menunjukkan tingkat kedisiplinan masyarakat. Peserta  dan penyelenggara Pilkada tergolong masih rendah untuk mematuhi protokol kesehatan covid 19  dan juga dikhawatirkan akan memunculkan kluster baru Pilkada 2020 yang cukup besar. Sedangkan ditinjau dari kualitas demokrasi  dalam penyelengaraan pilkada saat pandemi ini berpotensi mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaan pemilihan yang aman bagi pemilih, sehingga berdampak pada terbatasnya pelibatan masyarakat dan menurunnya partisipasi masyarakat dalam pilkada tersebut. Menurut Prof Siti rekomendasinya menunda pilkada atau tetap melaksanakan dengan model  via DPRD dengan  melibatkan wakil rakyat ( demokrasi perwakilan).

Point penting yang disampaikan Prof. Dr. Sigit Riyanto, SH., LLM anggota Komtek Hankam DRN/Universitas Gajah Mada dalam paparannya yaitu bila Pilkada tetap dilaksanakan maka akan muncul cost yang harus dibayar pemerintah untuk menjamin keselamatan manusia. Untuk itu pemerintah harus memastikan semua tahapan Pilkada aman dan tidak terjadi kluster baru.

Cara  yang dilakukan yaitu : melarang kampaye dengan pengerahan massa, membuat jadwal yang ketat saat pemilihan agar tidak terjadi penumpukan massa, membuat Zonasi dengan memetakan secara akurat zona mana aja yang aman dan zona mana saja yang perlu ditunda pelaksanaannya, dan dengan mengurangi/ memperpendek  masa kampaye demikian pungkasnya.

Webinar ditutup oleh moderator Prof. Sudharto dengan sebuah pantun “Dengan pandemi kita  berdamai, cuci tangan, pakai masker, menjaga langkah.  Berinovasi agar tetap bugar dan berseri. Menatap hari esok Indonesia yang lebih cerah. (Jalm)