Gerakan Percepatan Keanekaragaman Konsumsi Pangan Lokal

Hits: 19

Konsistensi dalam upaya mendukung Surat Edaran Bupati Nomor 521/0101 Tentang Gerakan Percepatan  Keanekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Gunungkidul berkomitmen untuk setiap penyajian jamuan pertemuan/rapat – rapat selalu menghidangkan ragam pangan berbasis sumber daya lokal,  seperti klepon, apem, tape ketan/singkong,  pisang rebus, ubi rebus, kacang rebus, tahu mantili, dan lain sebagainya.

Hal ini sebagai upaya mengurangi pola konsumsi pangan yang bersumber dari tepung terigu, sekaligus sebagai upaya mendorong dan memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah yang ada di Kabupaten Gunungkidul agar tumbuh  berkreasi dan berinovasi dalam mengolah sumber pangan berbasis lokal, berkaitan dengan hal tersebut melalui Subbidang Penelitian dan Pengembangan Badan Perencanaan Pembangunan Kabupaten Gunungkidul mempelopori penggunaan tempat/wadah snak dengan menggunakan “Takir”

Takir adalah  daun pisang yang dilipat sehingga berbentuk kotak berfungsi sebagai wadah/tempat makanan. Takir melambangkan kesederhanaan, kreativitas yang canggih produk lokal masa lalu yang tak lekang oleh zaman,  juga kemandirian masyarakat masa lalu sebelum mengenal piring dan sendok yang merupakan budaya Eropa.

Penggunaan takir ini diharapkan mampu menekan penggunaan kemasan/wadah makanan dari plastik yang berdampak negatif bagi lingkungan, juga sebagai sarana nostalgia dan sekaligus melambangkan kedekatan mausia dengan alam.

Hal ini terbukti pada saat penyelenggaraan FGD Kinerja dan Evaluasi Pembangunan tanggal 7 Agustus 2019 di Bappeda Gunungkidul penyajian snak rapat dengan wadah takir mendapatkan sambutan dan apresiasi yang sangat positif dari peserta rapat dan para narasumber. Dengan bangga beliau beliau memgambil gambar dan memosting di status media sosial.

Dari alam untuk alam dan bersahabat dengan alam. (jal)