HIBAH KHUSUS PAMSIMAS

Hits: 0

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Gunungkidul telah nyata membantu masyarakat dalam memenuhi akses air minum pada daerah yang selama ini kesulitan air minum. Pamsimas di Kabupaten Gunungkidul merupakan Program Pamsimas III yang dimulai tahun 2017 dengan jumlah desa yang sudah tersasar Pamsimas sebanyak 45 desa sampai dengan tahun 2019.  Pada tahun 2020 direncanakan 10 desa sasaran Pamsimas.

Seiring berjalannya waktu Pamsimas yang pada saat penyelesaian pekerjaan telah berfungsi dengan baik, ada beberapa lokasi yang tersendat keberlanjutannya. Desa Pasca Pamsimas selalu dimonitor dan dilakukan pembinaan dan pendampingan baik oleh Tim Panitia Kemitraan selaku kepanjangan tangan Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (Pokja AMPL) maupun oleh tim fasilitator Pamsimas Kabupaten yang ditunjuk oleh pusat.  Minimal setiap 3 bulan dilakukan pelaporan keberlanjutan Pamsimas dengan form yang telah disediakan oleh pusat untuk selanjutnya dikirim kepada Dirjen Cipta Karya. “Kita terus lakukan monitoring dan evaluasi kepada seluruh desa ex pamsimas agar terjamin keberlanjutan dan masyarakat dapat mengakses air minum secara kontinyu” demikian dikatakan Nurudin Araniri selaku sekretaris Pakem Kabupaten Gunungkidul.

Hasil monitoring desa ex pamsimas dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu hijau, kuning dan merah. Hijau artinya berfungsi baik, kuning artinya berfungsi sebagian, dan merah artinya sama sekali tidak berfungsi.  Dari 45 desa ex Pamsimas sampai dengan saat ini ada 3 lokasi yang berkategori kuning, yaitu Desa Wareng, Desa Mertelu dan Desa Hargomulyo. Desa Wareng terdapat permasalahan pada berkurangnya debit sumber air sehingga pasokan tidak mencukupi. Desa Hargomulyo terdapat permasalahan pada debit mata air yang mengalami penurunan. Desa Mertelu terdapat permasalahan pada keringnya sumber air yang berupa sumur bor. Ketiga desa ini kita terus upayakan untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut.

Hibah Khusus Pamsimas (HKP) adalah salah satu program yang ditujukan untuk mengatasi permasalahan pada Pamsimas yang berkategori kuning atau merah. Sehingga ketiga desa ini diusulkan untuk mendapat alokasi HKP. Desa Wareng dianggarkan melalui APBD Kabupaten tahun 2020, desa Mertelu direncanakan diusulkan melalui APBN tahun 2020, dan Desa Hargomulyo melalui APBD Kabupaten tahun 2021.  Desa Wareng telah menyiapkan sumber air yang berada di tengah sungai desa yang sepanjang tahun tidak pernah kering. Sedangkan Desa Hargomulyo akan mengumpulkan beberapa mata air menjadi satu untuk mensuplai Pamsimas. Desa Mertelu akan melakukan pengeboran sumber air baru.

HKP di Desa Wareng sedang dipersiapkan pelaksanaannya terkait adanya pandemic Covid 19, agar dalam pelaksanaannya sesuai dengan protocol kesehatan. Pengusulan HKP untuk Desa Mertelu dibatalkan karena Desa Mertelu sudah diintervensi oleh pihak swasta dan sampai saat ini sudah berfungsi dengan baik. Sedangkan HKP untuk Desa Hargomulyo direncanakan melalui APBD 2021. Begitu pentingnya air bagi kehidupan masyarakat, apalagi di saat pandemic covid 19 yang membutuhkan kecukupan gizi dan nutrisi serta keharusan menjaga kebersihan tangan melalui Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), maka semua desa ex pamsimas harus berkategori hijau. “Kita akan upayakan agar semua Desa ex Pamsimas berkategori hijau” demikian di katakan Sekretaris Pakem yang juga merupakan Kasubid Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum Bappeda Kabupaten Gunungkidul. (N/A-LHPU FISPRA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *