KAJIAN OPTIMALIAASI PENYEDIAAN AIR BAKUDI ZONA SELATAN BEKERJA SAMA DENGAN PUM NETHERLAND

Hits: 14

Penyediaan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Gunungkidul terus dilakukan dengan berbagai langkah dan strategi. Salah satu kendala dalam pelayanan air minum di Kabupaten Gunungkidul adalah penyediaan air baku. Untuk optimalisasi dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat, Pemkab Gunungkidul melalui PDAM Tirta Handayani menggandeng Konsultan Project Uitzending Managers (PUM) dari Negeri Belanda untuk melakukan kajian khususnya terhadap penyediaan air baku khususnya di Zona Selatan. “PDAM Tirta Handayani menjalin kerjasama dengan PUM Belanda ini merupakan bagian dari upaya pihaknya dalam mengatasi persoalan air bersih di Kabupaten Gunungkidul” demikian disampaikan oleh Ir. Pratomo, Direktur Teknik PDAM TirtaHandayani Gunungkidul.

Persoalan utama penyediaan air baku di zona Selatan adalah faktor geografis yang merupakan perbukitan karst sehingga air permukaan sulit di jumpai. Karst yang bersifat porous menjadikan air hujan langsung meresap ke rongga-rongga batuan karst dan langsung mengalir kelaut melalui sungai bawah tanah, Disisi lain zona Selatan mempunyai potensi air yang cukup besar yang terletak pada jalur sungai bawah tanah. Hal ini yang menjadi ketertarikan  Mr. Joep Woldring selaku tenaga ahli dari PUM Belanda sehingga pada hari Jumat, 22 Maret 2019 tenaga ahli dari PUM Belanda didampingi pejabat di jajaran PDAM Tirta Handayani melakukan audiensi dan koordinasi dengan Bappeda Kabupaten Gunungkidul yang diwakili oleh Kepala Bidang Fisik dan Prasarana didampingi Kepala Subbid Pertanahan dan Tata Ruang, Kepala Subbid Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum beserta jajaran.

“Kami selaku pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyambut baik apa yang akan dikerjakan dalam project ini serta siap membantu penyiapan data yang dibutuhkan” demikian disampaikan oleh Bambang Riyanto, SE, MT selaku Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Kabupaten Gunungkidul.   Adapun data dukung yang saat ini dimiliki oleh Bappeda Kabupaten Gunungkidul antara lain Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM), Rencana Aksi Daerah Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (RADAMPL), Neraca Sumber Daya Air (NSDA), dll.

Dari hasil identifikasi awal Mr. Woldring, permasalahan air baku di Gunungkidul adalah faktor geografi dan topografi. Dalam diskusi ini beliau menyampaikan beberapa gagasan dan skenario awal dalam upaya strategi mengatasi kesulitan sumber air baku di Gunungkidul.

Hasil kajian dari PUM Belanda ini ditargetkan selesai pada tanggal 2 April 2019 dan hasil kajian nantinya diharapkan mampu direalisasikan oleh PDAM Tirta Handayani maupun Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. (Ks-LHPU/BR)