Koordinasi Pelaksanaan Pekerjaan JJLS Ruas Legundi-Planjan

Hits: 10

Jaringan jalan sebagai prasarana transportasi memiliki kedudukan yang sangat penting dan strategis dalam rangka mendukung terciptanya aksesibilitas arus manusia, barang dan jasa secara meluas di seluruh wilayah. Pembangunan jalan JJLS (Jalur Jalan Lintas Selatan) telah disepakati antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dalam hal pembagian tanggung jawab dan yang menjadi kewajiban masing-masing diatur sebagai berikut:

  • Pemerintah daerah DIY sesuai kemampuan keuangan daerah tiap tahunnya mengalokasikan anggaran untuk pembebasan tanah, tanam tumbuhan/karangkitri maupun bangunan.
  • Pemerintah pusat dalam hal ini lewat Kementerian Pekerjaan Umum berkewajiban membangun fisik jalan berikut bangunan pelengkapnya pada lokasi yang tanahnya telah dibebaskan oleh pemerintah daerah.

Jalur jalan lintas selatan (JJLS) melewati wilayah Kabupaten Gunungkidul sepanjang   sepanjang 76,34 dari total panjang 116,07 km JJLS di DIY. Pemerintah menargetkan pembangunan JJLS selesai pada tahun 2022, oleh karena itu langkah koordinasi dan percepatan pelaksanaan pembangunan terus dilakukan.

Pada hari Jumat tanggal 6 September 2019 bertempat di Bappeda Kabupaten Gunungkidul dilakukan koordinasi dengan mengundang stakeholders terkait dari unsur Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, PPK JJLS ruas Legundi-Planjan, Kontraktor pelaksana PT. Istaka Karya (Persero), dan PDAM.

Ridwan Subarkah, ST. selaku PPK mengatakan bahwa pekerjaan jalan ruas Legundi-Planjan telah dilaksanakan penandatanganan kontrak   tanggal 18 april 2019 dan SPMK 28 Juni 2019. Ruas Legundi Planjan memiliki panjang 4,7 km dengan pekerjaan cukup kompleks yaitu cut and fill dan adanya pipa PDAM yang cukup banyak jenisnya yang harus dipindahkan dari posisi sekarang. Dalam rangka percepatan capaian kinerja proyek, diperlukan pemindahan pipa jaringan PDAM yang terdampak pekerjaan ini sesegera mungkin. “Sudah jadi tanggung jawab bersama untuk mensukseskan pembangunan JJLS, oleh karena itu semua pihak harus mendukung kelancaran pelaksanaan pembangunan JJLS sesuai dengan tugas fungsi dan tanggungjawabnya…” demikian dikatakan oleh Sekretaris Bappeda  Ir. Sri Agus Wahyono, M.Si. mewakili Kepala Bappeda.

Rapat yang dipimpin oleh Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Bambang Riyanta, SE., M.T. menyepakati hal-hal sebagai berikut:

  1. PDAM bersama dengan kontraktor akan segera cek lapangan dan melakukan pemindahan pipa dalam waktu 1 bulan ke depan.
  2. Pemindahan pipa akan berdampak pada terganggunya sistem distribusi air bagi konsumen wilayah Panggang dan sekitarnya oleh karena itu untuk meminimalisir dampak akan dilakukan hal-hal sebagai berikut :
  3. PDAM mengadakan pemberitahuan kepada pelanggan terdampak;
  4. PDAM akan mengairi dengan jumlah yang lebih besar beberapa hari sebelum pemindahan pipa agar konsumen bisa memaksimalkan penyediaan air dalam tampungan;
  5. PDAM memohon bantuan kepada Pemerintah Kabupaten agar disiagakan armada tanki apabila dibutuhkan dropping air;
  6. Rekanan (PT. Istaka Karya-Persero) bersama PDAM akan bekerja secepat dan seefisien mungkin untuk meminimalisir dampak. Dalam hal ini rekanan akan membantu peminjaman alat berat dan operatornya untuk mimindahkan pipa.
  7. Pembangunan JJLS ruas Legundi-Planjan ini juga akan berdampak pada kelancaran arus lalu lintas karena akan dilakukan pengalihan jalur jalan eksisting bila diperlukan. Mengenai traffic management akan diadakan sosialisasi dan pertemuan lanjutan dengan pihak-pihak terkait. (/NA)