Koordinasi Pencegahan Stunting di DIY

Hits: 0

ViCon Koordinasi Pencegahan dan Penurunan Prevalensi Stunting di DIY Tahun 2020

Dalam rangka pelaksanaan upaya pencegahan dan penurunan prevalensi stunting melalui 8 (delapan) aksi konvergensi di Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemda DIY menyelenggarakan Koordinasi Pencegahan dan Penurunan Prevalensi Stunting di DIY Tahun 2020 pada hari Selasa, 9 Juni 2020 melalui Video Conference. Pada acara tersebut, Pemda DIY mengundang Perangkat Daerah terkait, Tim LGCB ASR Regional Surabaya, dan Kepala Bappeda seluruh kabupaten/kota di DIY. Sebelum diskusi, disampaikan paparan terkait Sinkronisasi Koordinasi Penanggulangan Stunting 2020 di DIY oleh Kepala Bidang Sosial dan Budaya Bappeda DIY. Dalam paparan tersebut disampaikan dasar pelaksanaan koordinasi dan evaluasi Pemda DIY berupa Keputusan Gubernur Nomor 174/TIM/2019 tentang Pembentukan Tim Koordinasi dan Panelis Penilai Kinerja Kabupaten/Kota dalam Pelaksanaan Konvergensi Intervensi Penurunan Stunting  Terintegrasi di Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun Anggaran 2019 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Gubernur Nomor 183/TIM/2019. Disampaikan pula dalam paparan tersebut bahwa dengan adanya pandemic covid 19, pelaksanaan teknis kegiatan dalam aksi konvergensi penurunan stunting membutuhkan modifikasi cara pelaksanaan kegiatan. 

Pada tahun 2020 kabupaten lokus stunting di DIY meliputi Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo, dan Kabupaten Gunungkidul. Meskipun bagi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tahun 2020 merupakan tahun pertama, namun pelaksanaan aksi konvergensi penurunan stunting dilaksanakan sesuai tatakala dan mekanisme dalam pedoman. Secara tahapan, Pemkab Gunungkidul telah melaksanakan dan mengunggah kelengkapan dokumen dalam aplikasi evaluasi mulai dari aksi 1 sampai dengan aksi 4. Keempat aksi integrasi tersebut meliputi: Aksi 1: Analisis Situasi Program Penurunan Stunting; Aksi 2: Penyusunan Rencana Kegiatan; Aksi 3: Rembuk Stunting Kabupaten/Kota, dan Aksi 4:Perbup tentang Kewenangan Desa.

Kendala seluruh kabupaten hampir sama dalam implementasi pelaksanaannya. Adanya pandemi Covid 19 banyak berpengaruh terhadap mekanisme pelaksanaan kegiatan serta proses perencanaan dan penganggaran kegiatan yang mendukung penurunan stunting. Dengan keterbatasan anggaran dan perubahan prioritas, mengakibatkan beberapa rencana kegiatan yang telah disepakati dalam rembuk stunting mengalami refocusing. Namun demikian, mengingat pentingnya penurunan stunting, program dan kegiatan pendukungnya pun tetap akan menjadi prioritas tentunya sesuai kemampuan keuangan daerah. (TIM)