KUNJUNGAN TIM CIFOR KE BAPPEDA KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Hits: 8

Pada Hari Senin (5/8) Kepala Bappeda Kabupaten Gunungkidul Sri Suhartanta, SIP, M.Si., S.Sos., didampingi Sekretaris Bappeda Ir. Sri Agus Wahyono, M.Si, dan para Kabid di lingkungan Bappeda beserta jajaran menerima kunjungan perwakilan lembaga penelitian Center for International Forestry Research (CIFOR).

CIFOR adalah lembaga nirlaba bersifat global yang berdedikasi untuk memajukan kesejahteraan umat manusia, pelestarian dan keadilan lingkungan. CIFOR melakukan penelitian yang memungkinkan pembuatan keputusan yang didasarkan pada informasi yang benar dan berkeadilan tentang penggunaan dan pengelolaan hutan di negara-negara berkembang.

Tim dipimpin, Ani Adiwinata Nawir , Phd., diterima di Ruang Rapat Kepala Bappeda, Senin (05/08). Ketua tim menyampaikan bahwa, saat ini memasuki tahap 2 adalah proyek penelitian lima tahun yang dibiayai oleh Australian Centre for Agricultural Research (ACIAR) di Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Proyek ini berlangsung sejak April 2017. “Kebetulan untuk di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta penelitian dilakukan di Kabupaten Gunungkidul,” terangnya.

Secara umum tujuan dari proyek ini adalah untuk memperbaiki kehidupan petani melalui pengelolaan bentang lahan dengan fokus utama meningkatkan adopsi perbaikan produksi dan rantai nilai produk kayu dan hasil hutan bukan kayu. Berangkat dari pencapaian tahap sebelumnya, proyek ini akan lebih menekankan pada perluasan agroforestry berbasis pasar dan pengembangan pengelolaan bentang alam.
Proyek tersebut mendukung strategi pembangunan yang menjadi prioritas pemerintah Indonesia dengan meningkatkan pemahaman akan sistem yang dapat memberikan nilai tambah yang lebih baik dari produk-produk agroforestry dan kehutanan. Proyek ini juga memberikan perhatian khusus pada bidang gender dan mengindentifikasi kebiasaan-kebiasaan pengelolaan, pengolahan dan peluang-peluang pemasaran yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan.
Dalam melaksanakan kegiatan proyeknya, Kannopi 2 memiliki lima objektif yang saling berkaitan, yaitu: pengelolaan agroforestry dan silvikultur, pemasaran, penyuluhan, tata kelola dan agroforestry bambu.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Bappeda menyampaikan penghargaan dan dukungan atas proyek ini. Momentum penelitian juga dinilai sangat tepat karena tahun 2020 Bappeda akan menyusun Rancangan Awal RPJMD 2021-2025, sehingga hasil penelitian yang relevan dapat diintegrasikan kedalam Dokumen RPJMD tersebut. (FP)