LPPM UNIVERSITAS GUNUNGKIDUL (UGK) PEDULI PAMSIMAS

Hits: 28

Bahwa dalam rangka pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Gunungkidul akan melakukan pendampingan kepada masyarakat di Padukuhan Sendangsari, Desa Putat Kecamatan Patuk. Adapun kegiatan akan difokuskan pada pelayanan dan penyediaan air minum, sesuai dengan kebutuhan warga masyarakat setempat.
Dalam rangka persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut, pada hari Selasa (6/8) Septiono Eko Bawono, S.T., M.Sc., M.Eng. dan Imsak Rochmadi, S.E., M.Sc. dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UGK didampingi DC Pamsimas Kabupaten Gunungkidul ICB Eko Styo Winanto melakukan audiensi kepada Kepala Bappeda Kabupaten Gunungkidul.
Dalam paparannya, Septiono menyampaikan bahwa ada 8 program yang akan dilaksanakan di Sendangsari yaitu:
Pembentukan Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (BP SPAM);
Pembentukan Kader Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL);
Rekruitmen Sumber Daya Manusia (SDM);
Pembentukan Warung Air;
Penyediaan sarana dan prasarana Warung Air;
Penyediaan aplikasi Warung Air;
Peningkatan kapasitas SDM Warung Air;
Pengembangan jejaring usaha Warung Air.

“Dalam pelaksanaan program-program tersebut, LPPM UGK akan berusaha menggandeng lembaga donor untuk ikut serta berkontribusi dalam kegiatan ini.” katanya.

Sedangkan Eko menambahkan bahwa program dan kegiatan yang akan dilakukan oleh LPPM UGK sejalan dengan yang telah dilakukan oleh LPPM STIE YKPM di Desa Mulo, dan mengusulkan untuk dilakukan seminar bersama untuk memperoleh masukan, baik pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat dan stakeholders yang lain.

Kepala Bappeda Sri Suhartanta, SIP, M,Si, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh LPPM UGK ini dan berpesan agar kegiatan ini dilaksanakan secara berkesinambungan agar dapat mendorong pencapaian SDGs di bidang air minum. Bappeda siap mendukung untuk berkontribusi apabila nantinya akan dilaksanakan seminar, baik di tingkat regional maupun nasional.

Dalam kesempatan ini Kabid Fispra Bappeda Bambang Riyanto yang mendampingi Kepala Bappeda, minta kepada kalangan akademisi khususnya LPPM UGK agar ikut serta menyebarluaskan kebijakan afirmatif di bidang air minum yang telah ditetapkan oleh Pemkab Gunungkidul melalui Pagu Indikatif Wilayah Kecamatan (PIWK). Disampaikan bahwa masih banyak warga masyarakat di tingkat kecamatan maupun desa yang belum tahu bahwa PIWK dapat digunakan untuk mendanai kegiatan SPAMDES, baik untuk pembangunan baru maupun peningkatan idle capacity. “Saat ini, usulan pembangunan SPAMDES masih kalah pamor dengan usulan infrastruktur jalan di forum Musrenbang Kecamatan” kata Bambang. (FP)