Menabung Pakan Hijauan

Hits: 0

Masyarakat di beberapa wilayah Kabupaten Gunungkidul pada saat ini sedang mendapatkan berkah melalui panen MH I terutama panen palawija, seperti kacang tanah, kedelai dan jagung serta akan disusul dengan panen padi ladang/sawah.  Seiring dengan datangnya musim panen ini banyak petani beraktivitas di lahannya masing-masing untuk memetik produk utama dari komoditas yang mereka tanam. Selain itu petani juga mendapatkan limbah dari hasil pertaniannya berupa sisa-sisa batang tanaman baik berupa rendeng, tebon maupun titen. Pada musim panen seperti ini akan melimpah bahan pakan hijauan ternak yang dapat dimanfaatkan oleh petani untuk memelihara ternaknya. Ada kalanya bahan tersebut tidak dapat tertangani karena keterbatasan tenaga akibat mengejar musim tanam kedua (MH II).

Gunungkidul selain dikenal sebagai daerah lumbung palawija, juga dikenal sebagai gudangnya ternak terutama sapi dan kambing. Sebagai gudangngnya ternak perlu upaya peningkatan populasi melalui strategi pengembangan yang sinergis, dengan penyediaan pakan. Beberapa kendala yang ditemui dalam penyediaan pakan ini antara lain karakteristik sumberdaya manusia, ketersediaan air dan keterbatasan lahan. Untuk itu diperlukan upaya yang strategis dengan memanfaatkan teknologi tepat guna.

Bappeda melalui kerjasama penelitian dengan BPTBA LIPI telah menghasilkan pemetaan potensi bahan pakan dan aplikasi teknologi pengawetan hijauan. Kerjasama ini diharapkan menjadi acuan berbagai pihak yang berkepentingan. Berdasar kajian yang telah dilakukan ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menerbitkan Surat Edaran Bupati nomor 524/5814 tertanggal 13 Desember 2018, tentang Pengembangan Pakan Alternatif Mandiri Untuk Mendukung Budidaya Ternak.  Melalui SE ini Pemerintah mendorong dan mengajak Pemerintah Desa untuk menginisiasi Gerakan Menabung Hijauan saat musim hujan, dan mengolah menjadi silase sebagai cadangan pakan saat musim kemarau.

Diharapkan disetiap desa dapat tumbuh stasiun pakan ternak berbasis kelompok tani, sehingga ketersediaan cadangan pakan ternak lebih terjamin dan dapat dikelola secara bersama sama dengan mengedepankan semangat gotong royong.  Untuk memperkuat ketersediaan pakan silase isi ulang tersebut Pemerintah menerbitkan SE Bupati Nomor : 520/6986 tertanggal 26 Desember 2019 tentang Stasiun Pakan Isi Ulang Silase Mendukung Ketahanan Pakan Ternak Di Kabupaten Gunungkidul. Dengan adanya gerakan menabung hijauan pakan, serta ketersediaan silase isi ulang di kelompok tani ini diharapkan dapat mempertahankan predikat Kabupaten Gunungkidul sebagai penghasil ternak  unggul dan berkualitas (jalm).