MENUJU SATU DATA

Hits: 29

Indonesia Lokadata Conference 2019 (ILOC) yang di selenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional  dan Kantor Staf Presiden bersama Beritagar.ID pada Rabu, 28 Agustus 2019 bertempat di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinsi Jakarta dengan tema Satu Data Indonesia dalam berbagai perspektif stakholders.

ILOC yang dihadiri dari berbagai stakeholders mengupas bagaimana peran, fungsi, dan kemanfaatan data. Dengan adanya Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data, usaha dari pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan Satu Data masih mencoba mencari bentuk yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia. Banyaknya aplikasi yang digunakan baik di tingkat pusat maupun daerah ditambah dengan berbedanya metode dari indikator ataupun variabel semakin membuat proses Satu Data membutuhkan komitmen dari semua pihak dalam mewujudkan implementasi dari perpres tersebut.

Hadir sebagai pembicara dari Kepala Bappenas,Kominfo,  BPS, Gubernur, Jawa Tengah, Waikota Padang Panjang, Bupati Banyuwangi, dan BUMN (Telkom), Swasta (PT jarum, BCA, Blibli.com dll). Dr.Ir Taufik Hanafi MUP Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi, dan Pengendalian Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas menyampaikan Pilar Pembangunan Nasional 2045 yang menitikberatkan pada Pembangunan Manusia dan Penguasaan IPTEK, Pemerataan Pembangunan, Pembangunan Ekonomi Yang Berkelanjutan, dan  Pemantapan Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Pemerintahan. Data yang akurat, mutakhir, terpadu, dapat dipertanggungjawabkan, mudah diakses dan dibagipakaikan akan mendukung Perencanaan, Pelaksanaan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan yang Berkualitas dan Terukur. Dalam mewujudkan hal tersebut Bappenas membuat startegi implementasi data dengan cara perbaikan dalam tata kelola satu data Indonesia dengan Standarisasi dan Sinkronisasi, Penataan regulasi dan kelembagaan, serta capacity building. Terkumpulnya data tidak serta merta  membuat proses Big Data Analytic menjadi berhenti, bagaimana cara melindungi data atau Personal Data Protection menjadi hal yang sangat penting menjadi perhatian seperti halnya yang disampaikan dari Samuel A. Panagrepan Dirjen Aplikasi dan Telematikan Kominfo.

Dalam Kesempatan tersebut Bappeda Kabupaten Gunungkidul berkesampatan audiensi dengan Dr.Ir Taufik Hanafi, MUP, dalam pertemuan tersebut Bappeda Kabupaten Gunungkidul didampingi dari Combine Resource Institution menyampaikan proses satu data kemsikinan melalui SIDA SAMEKTA dan SIKAB GUMREGAH. Data dalam SIKAB GUMREGAH yang merupakan satu data sebagai rujukan utama dalam sasaran penerima program/kegaitan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Gunungkidul. Dalam proses pengembangan menuju satu data tersebut, kendala sulitnya integrasi data dengan SIKS-NG menjadi hal utama dalam pemabahasan tersebut. Bappenas yang berusaha mengimplementasikan perpres satu data di tingkat daerah dan pusat akan mencoba memfasilitasi kesulitan yang dialami di daerah dengan akan mengadakan koordinasi forum data yang akan mempertemukan pusat dan daerah. ( /fe )