Monitoring dan Evaluasi Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) oleh Pemda DIY

Hits: 0

Tim Monev Germas yang terdiri dari Biro Bina Mental Setda, Bappeda, dan Dinas Kesehatan DIY
Tim Monev Germas yang terdiri dari Biro Bina Mental Setda, Bappeda, dan Dinas Kesehatan DIY

Kebijakan Pemkab Gunungkidul menyusun regulasi mendukung Germas berupa Peraturan Bupati No. 74 Tahun 2018 tanggal 9 Maret 2018, yang dimaksudkan untuk segera mengintegrasikan kegiatan germas bersama Lintas  Program,   Lintas Sektor dan Lintas Fungsi  dalam RPJMD/RKPD dan APBD mulai tahun 2018, mendapatkan monitoring dan evaluasi dari Pemda DIY yang diwakili Tim yang terdiri dari Biro Bina Mental Setda, Bappeda, dan Dinas Kesehatan. Tim melakukan monev di Gunungkidul selama tiga hari sejak 28-30 Oktober 2019, dengan mengunjungi beberapa PD dan instansi, antara lain Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Bappeda, Kemenag, dan beberapa lokasi lain.  Terdapat  6 pilar Germas yang harus diwujudkan, meliputi :  Aktivitas fisik; Perilaku hidup sehat; Pangan sehat dan perbaikan gizi; Pencegahan  dan deteksi dini penyakit; Kualitas lingkungan; dan Edukasi hidup sehat. Secara praktek sudah banyak hal yang dilakukan oleh perangkat daerah, pemerintah desa, kalangan swasta, maupun masyarakat, dalam mendukung Germas, antara lain :

  1. Penyediaan lapangan bola/olah raga di desa, car free day untuk mengurangi polusi.
  2. Setiap Minggu Senam (SMS) yang pelaksanaannya dijadwalkan setiap minggu pagi di lapangan Pemkab bersama Bupati. Senam juga terlaksana di kecamatan, desa sampai dengan tingkat padukuhan.
  3. Penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) di ruang publik, kebijakan kantor terbuka hijau, dan KTR/kawasan tanpa rokok, pembangunan pasar ekologi rga Wijil di Desa Gari.
  4. Pemanfaatan pekarangan untuk tanaman sayur dan buah, gemar makan ikan, kampanye makan sehat bergizi, pasar tani di Dinas Petanian dan Pangan, dll .
  5. Kesepakatan untuk menyediakan menu lokal dan peningkatan konsumsi buah, sayur dan ikan dalam menu penyajian rapat di instansi masing–masing, tertuang dalam dalam dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) dengan maksud menyediakan menu yang sehat sekaligus sebagai upaya penanggulanan kemiskinan, karena menggunakan bahan lokal secara tidak langsung akan mengangkat nilai ekonomi masyarakat Gunungkidul. Hal ini juga didukung dengan penerbitan surat edaran oleh Bupati Gunungkidul.
  6. Gerakan aktifitas fisik Rutin di masing-masing PD/lembaga : senam/jalan sehat/bersepeda setiap hari Jum’at .
  7. Senam ringan/gerakan ringan di ruang kerja/kelas untuk peregangan setiap 2 jam selama bekerja
  8. Setiap penyelenggaraan pertemuan/rapat wajib ada sayur dan buah dan dari produk lokal ( sayur asem/urap/oseng daun pepaya dll).
  9. Kegiatan pemeriksaan berkala minimal 6 bulan sekali dengan membentuk Posbindu di setiap lembaga (pemeriksaan tensi, BB, TB, Lab. darah).
  10. Kerja bakti dan Pemeriksaan jentik berkala di toilet tempat kerja setiap hari Jum’at.
  11. Menyediakan air minum yang sehat di setiap tempat kerja.
  12. Adanya kantin sehat di tempat kerja dengan menu sayur dan buah.
  13. Kegiatan lain yang mendukung.

Berdasarkan pelaksanaan kunjungan ke berbagai PD dan lokasi, Tim Monev dari Pemda DIY memberikan beberapa catatan untuk perbaikan ke depan, yaitu :

  1. Dalam pelaksanaan Germas tidak harus dikaitkan dengan alokasi anggaran secara spesifik karena Germas merupakan gerakan lintas sektor.
  2. Belum semua orang mendapat sosialisasi atau belum memahami tentang germas karena koordinator  germas PD hanya lapor ke pimpinan dan tidak ada tindak lanjut (berhenti dan tidak disosialisasikan ke teman yang lain)
  3. Belum semua PD ataupun instansi tersosialisasi  perbup  maupun edaran bupati
  4. Aktivitas sudah dilaksanakan dengan baik tetapi belum mengetahui bahwa yang  dilakukan adalah aktivitas germas
  5. Belum rutin melakukan aktivitas fisik di kantor berupa peregangan selama jam kerja
  6. Edaran konsumsi buah dan sayur sudah dilaksanakan dalam sajian makan rapat  meskipun belum semua PD
  7. Untuk instansi vertikal seperti Kementerian Agama, telah melaksanakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
  8. Saran yang direkomendasikan perlu peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang germas dan sosialisasi yang efektif, termasuk sosialisasi edaran konsumsi buah dan sayur