PROGRAM PAMSIMAS 2020 TERUS MELAJU DI TENGAH PANDEMI COVID 19

Hits: 0

Air minum merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah sebagaimana tertuang dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Wabah pandemi Covid 19 tak menyurutkan langkah Pemerintah untuk menyediakan akses dasar air minum. Terbukti dengan terus melajunya Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) III di Kabupaten Gunungkidul, baik yang dianggarkan oleh Pusat maupun oleh daerah.  Sebanyak 10 desa lokasi sasaran Pamsimas Reguler 2020 bisa bernafas lega, karena alokasi anggaran tetap dipertahankan. Lanjutkan membaca “PROGRAM PAMSIMAS 2020 TERUS MELAJU DI TENGAH PANDEMI COVID 19”

PAMSIMAS DESA DENGOK RAIH HIBAH INSENTIF DESA TAHUN 2020

Hits: 0

Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Cipta Karya Nomor 15/Kpts/DC/2020 tentang Penetapan Desa Penerima Hibah Insentif Desa (HID) Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) memutuskan bahwa Desa Dengok Kecamatan Playen mendapat alokasi HID tahun 2020 sebesar Rp 210.000.000,- yang berasal dari APBN. Hibah dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat, anggaran akan ditransfer langsung kepada masyarakat melalui Kelompok Kerja Masyarakat sesuai dengan Rencana Kerja yang telah disusun. Dalam pelaksanaannya, penerima HID wajib menyediakan dana pendampingan berupa in kind dan in cash senilai 20 % dari jumlah BLM yang diterima. In kind berupa tenaga kerja sedangkan in cash berupa uang cash dari masyarakat. Kewajiban share anggaran bertujuan agar masyarakat merasa memiliki dan bersungguh sungguh dalam pelaksanaan program. Lanjutkan membaca “PAMSIMAS DESA DENGOK RAIH HIBAH INSENTIF DESA TAHUN 2020”

HIBAH KHUSUS PAMSIMAS

Hits: 0

Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Kabupaten Gunungkidul telah nyata membantu masyarakat dalam memenuhi akses air minum pada daerah yang selama ini kesulitan air minum. Pamsimas di Kabupaten Gunungkidul merupakan Program Pamsimas III yang dimulai tahun 2017 dengan jumlah desa yang sudah tersasar Pamsimas sebanyak 45 desa sampai dengan tahun 2019.  Pada tahun 2020 direncanakan 10 desa sasaran Pamsimas. Lanjutkan membaca “HIBAH KHUSUS PAMSIMAS”

MEMPERKUAT SANITASI DI MASA PANDEMI COVID 19

Hits: 0

Ditengah merebaknya wabah pandemic Covid 19 ada kabar baik bagi peningkatan sanitasi di Kabupaten Gunungkidul. Bupati Gunungkidul melalui surat Nomor 690/2210 yang ditujukan kepada Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tentang Penunjukan lokasi Sanimas dan TPS3R tahun 2020, menunjuk Desa Ngawu Kecamatan Playen sebagai lokasi dibangunnya  TPS3R dan Pondok Pesantren Al Mujahidin Desa Bandung Kecamatan Playen sebagai lokasi sanitasi masyarakat.  Lanjutkan membaca “MEMPERKUAT SANITASI DI MASA PANDEMI COVID 19”

TIM Pelakasana Kegiatan Pengelola Sistem Informasi Pembangunan Daerah Tahun 2020 telah mendapatkan SK Bupati

Hits: 0

BAPPEDA Gunungkidul, Pembentukan TIM Pelakasana Kegiatan Pengelola  Sistem Informasi Pembangunan Daerah ini berdasarkan kepada peningkatan kualitas perencanaan, pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Untuk itu pemerintah daerah perlu mengumpulkan, memperbaharui dan mengisi data pembangunan daerah dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah.

Dalam TIM Pelakasana Kegiatan Pengelola  Sistem Informasi Pembangunan Daerah yang di bentuk ini ada 2 bagian yakni Tim Pengarah/ Pembina yang dijabat oleh Bupati dan Sekretaris Daerah serta Tim Penyusun yang beranggotakan seluruh OPD  dan organisasi vertical yang ada di Daerah Gunungkidul.

Keputusan Bupati Gunungkidul  Nomor 99/KPTS/TIM/2020 tentang TIM Pelakasana Kegiatan Pengelola  Sistem Informasi Pembangunan Daerah Tahun 2020, telah ditetapkan oleh Bupati Gunungkidul pada tanggal 20 April 2020. Surat Keputusan Bupati tersebut juga telah dibagikan kepada seluruh TIM yang tercantum dalam lampiran. (/subid pengelolaan data pembangunan)

Lampiran Keputusan Bupati Gunungkidul  Nomor 99/KPTS/TIM/2020 tentang TIM Pelakasana Kegiatan Pengelola  Sistem Informasi Pembangunan Daerah Tahun 2020 : SK Tim SIPD new

Usaha-usaha yang tetap bertahan ditengah pandemi covid 19

Hits: 0

Sejak pandemi virus corona (covid-19) merebak dan meluas hampir ke seluruh penjuru dunia membuat aktivitas penduduk di seluruh dunia menjadi terhambat yang memaksa semua orang harus diam di rumah mengisolasi diri agar terhindar dari virus, terutama aktivitas yang berhubungan dengan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pandemi ini menuntut semua orang untuk beradaptasi secara cepat dengan pola kehdupan yang baru seperti menjaga jarak, selalu memakai masker apabila keluar rumah , rajin cuci tangan atau menggunakan handsanitizer, dan menjaga imun tubuh dengan vitamin atau ramuan herbal. Sebagian besar pekerja harus merubah kegiatannya menjadi Work From Home (WFH), mahasiswa dan anak sekolah pun harus belajar secara online begitu juga dengan pelaku usaha dimana ada perubahan pola konsumsi masyarakat menjadi secara online. Walaupun banyak kegiatan yang harus berjalan secara tidak biasa/normal, namun ternyata ada beberapa usaha yang justru mengambil peluang dan meraup keuntungan ditengah pandemi. Berikut jenis-jenis usaha bertahan di masa pandemi yaitu:

1. Pertanian (Agriculture)

Pertanian menjadi sektor penopang bagi masyarakat ditengah pandemi. Bahan pangan kebutuhan pokok hasil dari pertanian seperti beras, sayur-sayuran, umbi-umbian dan lain sebagainya merupakan salah satu kebutuhan primer bagi masyarakat yang harus terpenuhi dalam kondisi apapun, termasuk kondisi pandemi covid 19. Hal ini membuat usaha perdagangan bahan pokok menjadi salah satu sektor yang bertahan bahkan semakin melonjak permintaannya ditengah pandemi.

2. Perdagangan Online (E commerce)

E commerce (perdagangan secara elektronik) adalah kegiatan jual beli barang/jasa melalui jaringan elektronik. Sejak Era Revolusi Industri 4.0 sebelum virus corona mewabah, bisnis online sudah menjadi pilihan banyak orang karena sistemnya yang sangat fleksibel: berjualan di rumah, transaksi melalui m-banking, dan barang pun siap untuk dikirim. Pada masa pandemi semakin tingginya perubahan pola konsumsi masyarakat mejadi secara online merupakan peluang besar bagi umkm yang sudah menggunakan e commerce dalam memasarkan produk-produknya.

3. Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT (Information and Communication Technology)

Penyebaran virus korona diberbagai belahan dunia membuat banyak negara menggunakan teknologi informasi untuk memitigasi dan memonitor penyebaran covid 19 serta mengetahui efektivitas kebijakan phisical distancing sehingga usaha ini sangat dibutuhkan ditengah pandemi ini. Peran teknologi informasi dan komunikasi dalam masa pandemi juga mengalami peningkatan pesat karena ada kebijakan sekolah dari rumah dan WFH (work from home) sehingga masayarakat banyak menggunakan internet dalam menjalankan tugas sekolah dan pekerjaan masing-masing dan media sosial untuk berkomunikasi.

4. Kesehatan individu (Personal and Healthcare)

Menjaga jarak, selalu memakai masker apabila keluar rumah , rajin cuci tangan atau menggunakan handsanitizer, dan minum multivitamin atau ramuan herbal (empon-empon) untuk menjaga atau meningkatkan sitem imun merupakan kebiasaan baru yang menjadi wajib dilakukan bagi masyarakat ditengah pandemi covid 19. Usaha-usaha yang bergerak di bidang kesehatan seperti penyedia/penjual masker, handsinitizer, multivitamin dan jamu herbal merupakan salah satu usaha yang permintaannya meningkat di tengah pandemi ini.

5. Pengolahan makanan dan retail (Foodprocessing and retail)

Usaha olahan makanan merupakan salah satu sektor usaha yang bertahan karena masyarakat membutuhkan pasokan makan dan minum untuk bertahan hidup. Saat ini banyak makanan yang bisa bertahan lama dan praktis, misalnya makanan kemasan, makanan beku (frozen food ) atau makanan dalam kaleng yang sudah dikemas menjadi salah satu kebutuhan yang sangat dicari oleh masyarakat. Salah satu usaha yang justru peluang semakin besar ditengah pandemi yaitu penjual/pengecer yang menjual produk-produk olahan makananan seperti supermarket, swalayan dan lain sebagainya.

6. Jasa Layanan Kesehatan dan obat-obatan (Medical Supply and services)

Jasa layanan kesehatan dan produk kesehatan merupakan salah satu kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia. Oleh karena itu, para tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, apoteker hingga karyawan pusat kesehatan berada di garda terdepan untuk menjamin kesehatan masyarakat, terlebih ditengah pandemi covid 19 terjadi di berbagai belahan dunia seperti saat ini. Berbagai latar berlakang tersebut menjadi alasan yang membuat bisnis kesehatan baik jasa layanan kesehatan maupun obat-obatan termasuk salah satu yang bertahan di masa pandemi ini.

Dirumah Aja # Jaga Jarak Aman # Memakai Masker Bila Keluar Rumah
# Hindari Berkerumun # Rajin Cuci Tangan