Rencana Kerja Bappeda Tahun 2016

Hits: 7

Rencana Kerja SKPD yang selanjutnya disingkat Renja SKPD adalah dokumen perencanaan SKPD untuk periode 1 (satu) tahun. Rencana kerja memuat program dan kegiatan disertai pendanaan indikatif untuk mencapai sasaran pembangunan dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka anggaran yang telah ditentukan. Renja SKPD disusun mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) SKPD, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), hasil evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan periode sebelumnya untuk memecahkan masalah yang dihadapi dengan memperhatikan usulan program dan kegiatan masyarakat. Rencana kerja SKPD secara sistematis menggambarkan apa yang seharusnya dilakukan dan bagaimana mencapainya, sehingga memudahkan dalam mengukur target capaian kinerjadalam setiap pentahapan pembangunan daerah. Melalui rencana kerja, masing-masing SKPD dan pemangku kepentingan lain dapat menetapkan alternatif program atau kegiatan yang secara langsung berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pelayanan dan strategi intervensi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

download Rencana Kerja Bappeda Tahun 2016

PERATURAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Hits: 0

Penanggulangan Kemiskinan bertujuan untuk meningkatkan keberdayaan penduduk miskin dalam rangka memenuhi kebutuhan hak dasar, menurunkan angka kemiskinan, dan mencapai kesejahteraan.

Sasaran Penanggulangan Kemiskinan adalah rumah tangga dan/atau keluarga miskin.

Ruang lingkup dari Penanggulangan Kemiskinan adalah :

  1. penentuan sasaran penanggulangan kemiskinan;
  2. intervensi kebijakan dan program;
  3. penguatan kelembagaan; dan
  4. pengawasan, monitoring dan evaluasi.

Hak Penduduk Miskin

(1) Setiap Penduduk Miskin berhak mendapatkan pemenuhan hak dasar yang meliputi :

  1. hak atas pangan;
  2. hak atas layanan kesehatan;
  3. hak atas layanan pendidikan;
  4. hak atas pekerjaan dan berusaha;
  5. hak atas perumahan; dan
  6. hak atas air bersih dan sanitasi yang baik.

(2) Setiap Penduduk Miskin berhak mendapatkan pemenuhan hak atas akses sumber-sumber ekonomi produktif sebagai aset penghidupan berkelanjutan yang meliputi:

  1. aset sumber daya manusia;
  2. aset keuangan;
  3. aset fisik;
  4. aset sosial; dan
  5. aset alam dan lingkungan.

Kewajiban Penduduk Miskin

  1. Penduduk Miskin berkewajiban meningkatkan taraf hidup kesejahteraannya untuk memenuhi hak-hak dasar sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 serta berperan aktif dalam upaya penanggulangan kemiskinan di daerah.
  2. Dalam memenuhi hak dasarnya Penduduk Miskin berkewajiban menaati norma, etika, estetika dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 
download PERATURAN DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PENANGGULANGAN KEMISKINAN

Pengesahan RKPD Kabupaten Gunungkidul Tahun 2016

Hits: 22

Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Gunungkidul Tahun 2016, adalah dokumen perencanaan tahunan Pemerintah Daerah yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sebagai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, RKPD tahun 2016 merupakan dokumen perencanaan pembangunan Kabupaten Gunungkidul untuk periode 1 (satu) tahun yaitu tahun 2016 yang dimulai tanggal 1 Januari 2016 dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2016.

Selanjutnya RKPD tahun 2016 menjadi acuan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Gunungkidul Tahun 2016. Penyusunan RKPD tahun 2016 mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah, selain itu juga menggunakan Rencana Kerja (Renja) SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Lanjutkan membaca “Pengesahan RKPD Kabupaten Gunungkidul Tahun 2016”

Launching Pekerjaan Pasca Quick Wins MP3KI (Masterplan Percepatan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia) Tahun 2015

Hits: 56

Berkat dukungan semua pihak akhirnya Launching Pekerjaan Pasca Quick Wins MP3KI tahun 2014 oleh Bupati dapat diselenggarakan pada tanggal 16 Juni 2015 dipusatkan di Taman Saptosari Kabupaten Gunungkidul. Melihat langsung ke lapangan di 3 lokasi kecamatan seperti di Green Village Gedangsari, ke Pabrik Mocaf Panggang dan Waterbyur Saptosari merupakan serangkaian acara launching yang sebelumnya dilakukan sebelum sampai di lokasi Taman Saptosari.

Launching dihadiri oleh Agus Mansyur M.Si Kasubbid pendataan Kemiskinan Bappenas, Bappeda DIY, Bupati Gunungkidul, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala SKPD terkait, Camat, Fasilitator PNPM, pers. Lanjutkan membaca “Launching Pekerjaan Pasca Quick Wins MP3KI (Masterplan Percepatan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia) Tahun 2015”

Logo City Branding Kabupaten Gunungkidul

Hits: 10

City branding semata-mata bukanlah pekerjaan dari public sector, akan tetapi tugas dan kolaborasi dari semua pihak (stakeholders) yang terkait dengan kota tersebut, apakah itu pemerintah kota, pihak swasta, pengusaha, interest group, komunitas dan masyarakat. Sebuah kota, layaknya sebuah brand, harus bersifat fungsional. Fungsionalitas berarti dapat dilihat sebagai sebuah benefit.
Sebuah kota harus berfungsi sebagai tujuan untuk pencari kerja, industri, tempat tinggal, transportasi umum dan atraksi serta rekreasi. City Branding atau Brand Places merupakan strategi dari suatu tempat atau daerah untuk membuat positioning yang kuat sebagai alat promosi dan penguatan akan target market, seperti layaknya positioning sebuah produk atau jasa, sehingga tempat atau daerah tersebut dapat dikenal di seluruh dunia.
Dalam hal ini Kabupaten Gunungkidul melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) tentunya tidak mau ketinggalan dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta pembentukan suatu brand kota agar dapat dikenal secara luas di seluruh dunia. Strategi branding merupakan kebutuhan untuk perencanaan dan pengelolaan kota, agar pesan yang disampaikan oleh kota dan seluruh pemangku kepentingan selaras dan mendukung. Berikut ini adalah Logo City Branding Hasil Penjaringan seleksi dari masyarakat umum, melalui Ling berikut :
Klik Disini

Forum Desa Gunungkidul Latih SID untuk Sesama Desa

Hits: 3

Hingga awal tahun 2015 ini sudah ada 3 kecamatan yang telah menerapkan Sistem Informasi Desa (SID) di Kabupaten Gunungkidul. Sementara, desa-desa di 15 kecamatan lainnya belum seluruhnya menggunakan SID yang dikembangkan oleh Combine Resource Institution (CRI). Pada tahun 2015 ini, dalam sebuah skema pembangunan sistem data untuk penanggulangan kemiskinan, Bappeda Kabupaten Gunungkidul memutuskan dilakukannya replikasi SID di seluruh desa di Kabupaten Gunungkidul. Desa-desa yang telah menerapkan dan menguasai SID telah disiapkan untuk menjadi pelatih bagi desa lainnya.

Kepala Desa Nglegi Aripin adalah salah satu pelatih yang akan diterjunkan ke desa-desa di 5 kecamatan bersama tim yang anggotanya berasal dari lintas desa. Desa Nglegi telah mulai menerapkan SID sejak tahun 2012, salah satu pelopor penerap SID di Kabupaten Gunungkidul. Pada bulan Maret 2015 lalu, Aripin bersama relawan lain yang tergabung dalam Forum Desa Pengembang SID Gunungkidul mengikuti pelatihan khusus di CRI. Walaupun mereka sebelumnya telah mendapatkan pelatihan untuk penerapan SID di desa masing-masing, pelatihan lebih lanjut tetap perlu dilakukan karena mereka disiapkan sebagai pelatih. Ada tiga tim yang dibentuk yang masing-masing bertanggung jawab untuk melatih desa-desa di 5 kecamatan, sehingga total mencakup 15 kecamatan.

Proses pelatihan itu akan dilakukan pada bulan April 2015 sebelum kemudian ditindaklanjuti dengan proses pelatihan pemanfaatan SID lebih lanjut. Pembagian tim dan jadwal pelatihan di 15 kecamatan adalah sebagai berikut:

Tim I: Aripin, Edi Supomo, Diana Dwi Lestari
– 6 April 2015 di Kecamatan Semin
– 13 April 2015 di Kecamatan Wonosari
– 14 April 2015 di Kecamayan Paliyan
– 15 April 2015 di Kecamatan Tepus
– 20 April 2015 di Kecamatan Patuk

Tim II: Suroyo, Luluk Widi Endarsih, Ferry Wijayanto
– 8 April 2015 di Kecamatan Girisubo
– 9 April 2015 di Kecamatan Semanu
– 13 April 2015 di Kecamatan Ponjong
– 16 April 2015 di Kecamatan Nglipar
– 20 April 2015 di Kecamatan Purwosari

Tim III: Budi Subaryadi, Yunardi, Hariadi Ginting Setiawan
– 7 April 2015 di Kecamatan Rongkop
– 9 April 2015 di Kecamatan Karangmojo
– 14 April 2015 di Kecamatan Tanjungsari
– 15 April 2015 di Kecamatan Playen
– 16 April 2015 di Kecamatan Ngawen

CRI sebagai fasilitator utama pengembangan dan pemanfaatan SID mulai menerapkan skema pembangunan simpul-simpul fasilitator SID di setiap kabupaten penerap SID. Forum Desa Pengembang SID di Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu model yang difasilitasi untuk bisa menjadi helpdesk bagi penerapan SID oleh 144 di kabupaten tersebut. Selain untuk mendukung proses fasilitasi teknis harian, tim setempat ini akan potensial pula menjadi bagian dari simpul pengembangan SID di tingkat lokal. SID sebagai sebuah inisiatif olah data dan informasi sumber daya komunitas (desa dan kawasan) ini diharapkan akan semakin bisa berkembang sesuai kebutuhan tempatan tanpa harus tergantung hanya kepada CRI. Kualitas proses pemanfaatan juga akan menjadi bagian yang dikawal oleh tim SID di setiap kabupaten penerap SID. Skema yang sama juga diterapkan oleh CRI bersama pemerintah kabupaten dan lembaga masyarakat lokal di Kebumen, Temanggung, dan Jombang.

(Elanto Wijoyono) http://lumbung.combine.or.id/