PEMBANGUNAN TAMAN BUDAYA GUNUNGKIDUL

Hits: 0

Pembangunan Taman Budaya Gunungkidul (TBG) di Desa Logandeng, Kecamatan Playen terus dilanjutkan pengerjaanya pada tahun ini. Pembangunan TBG di Lahan seluas 2,8 hektar merupakan proyek mercusuar pertama bangunan Gedung milik pemerintah di Kabupaten Gunungkidul dengan anggaran yang cukup besar senilai Rp.168 Milyar, yang bersumber dari dana keistimewaan (Danais) DIY. Pembangunan ini ditargetkan selesai pada Bulan Maret 2021. Bekerjasama dengam PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) melalui kontrak multiyears diharapkan Pembangunan TBG segera dapat terwujud.

Pada kesempatan monitoring & evaluasi kinerja Tanggal 5 Februari 2020 yang dihadiri Bappeda, DPUPRKP, Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah serta dihadiri pula perwakilan dari kontraktor PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk serta Manajer Kontruksi (MK) PT. Yodya Karya melakukan pengecekan pelaksanaan pekerjaan. Bappeda dalam hal ini diwakili Muhammad Fajar Nugroho, ST selaku Kasubid Penataan Ruang dan Pertanahan pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa “Pembangunan TBG harus menjadi contoh pembangunan fisik di Kabupaten Gunungkidul yang telah menerapkan K-3 secara ketat dengan pola kerja dan hasil kerja yang optimal. Secara umum tahapan pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan sangat baik dan sudah sesuai dengan target capaian fisik. Namun demikian, ada hal yang sangat penting dan yang harus menjadi perhatian dari DPUPRKP adalah pengelolaan sistem tata air. Dengan luasnya kawasan terbangun akan berdampak pada peningkatan air hujan. Untuk itu perlu dibuat sistem tata air secara terpadu sehingga air dapat terkelola dengan baik dengan memadukan sistem darinase, sistem resapan air, dan kolam retensi”.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Agus Subaryanta, ST mengatakan bahwa “Tahap I Tahun 2018 proyek pembangunan TBG telah selesai mengerjakan pondasi dengan menghabiskan dana sekitar Rp15 miliar. Kemudian untuk tahun 2020 hingga 2021 akan dilaksanakan dengan sistem kontrak multiyears. Kondisi saat ini capaian pekerjaan Tahap II mencapai 36%. Lebih lanjut dinyatakan oleh Kabid Ciptakarya bahwa anggaran pembangunan terbagi menjadi 3 tahap. Tahap I senilai Rp15 Milyar, Tahap II senilai Rp.59 Milyar dan Tahap III senilai 70 Milyar. Namun demikian, kepastian anggaran menjadi kewenangan Gubernur”. Pada kesempatan terpisah, disampaikan oleh Nanang Irawanto, ST. M.Ec.Dev (Kasi Bangunan Gedung dan Tata Bangunan pada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman) selaku Kepala Sub Seksi Bangunan Gedung “Hampir sejumlah pekerjaan fisik di Kawasan TBG telah dimulai pembangunannya seperti joglo, panggung seni, amphitheatre, tempat ibadah, kantor pengelola, food court, masjid, lavatory dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Khusus untuk pengerjaan bangunan joglo, saat ini masih menunggu rekomendasi dari Dinas Kebudayaan terkait dengan ketinggian pondasi yang dipersyaratkan. Selanjutnya Guna mendukung sistem drainase pada Kawasan TBG telah direncanakan pembuatan saluran drainase, sumur resapan, dan ada wacana pembuatan pond sebagai pengendali banjir yang dilengkapi dengan fasilitas pompa. Hal ini guna mengantisipasi jika terjadi over flow akibat curah hujan yang cukup tinggi akibat cuaca ekstrem. Sistem ini akan tersambung dengan sistem drainase perkotaan yang berada di Jalan Lingkar Utara.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, secara umum pelaksanaan pekerjaan Tahap II ini telah berjalan sesuai dengan rencana, dengan kualitas pekerjaan fisik sesuai dengan ketentuan yang disyaratkan dalam kontrak. Jika tidak ada force mayor diharapkan pekerjaan ini dapat selesai tepat waktu. (/FN)