Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Akan Mewujudkan Kawasan Perkantoran Terpadu Di Siraman

Hits: 73

Sebagai tindaklanjut kerjasama Penyusunan Masterplan Pengembangan Kawasan Perkantoran di Siraman, Pemerintah Kabupaten dengan Departemen Arsitektur dan Perencanaan Fakultas Teknik UGM melakukan survei lokasi rencana pembangunan perkantoran terpadu di Siraman pada tanggal 30 Januari 2019. Survei dipimpin langsung oleh Tim Leader Penyusunan Masterplan Pengembangan Kawasan Perkantoran di Siraman Dr. Nedyomukti Imam Syafii,ST.,M.Sc.,D.Eng, yang juga merupakan Tenaga Ahli Green Building. Selain itu juga didampingi 5 tenaga ahli, diantaranya Tenaga Ahli Perencanaan Pengembangan Kawasan, Tenaga Ahli Urban Design, Tenaga Ahli Arsitektur, Tenaga Ahli Arsitektur Lansekap, serta Tenaga Ahli Infrastruktur. Dari pihak Pemerintah Kabupaten meliputi unsur dari Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda, DPUPRKP, DPTR, BKAD, Kepala Desa dan Dukuh Siraman.

Survei lokasi ini merupakan tindak lanjut Studi Kelayakan Pengembangan Kawasan Perkantoran di Siraman yang telah disusun pada tahun 2018 yang lalu. Pada saat survei lokasi tim melakukan pengambilan foto udara dengan menggunakan drone guna mengetahui kondisi eksisting kawasan secara detil. Alat ini mampu mendeteksi objek dengan jangkauan kurang lebih 100 meter pada ketinggian jelajah 20 meter dari permukaan tanah. Disampaiakan oleh Team Leader bahwa tim berupaya mengetahui kondisi kawasan perkantoran agar dapat diketahui secara detail bentuk lansekap kawasan eksisting. Rencana Pengembangan Kawasan Perkantoran nantinya akan menggunakan konsep Green Building, salah satunya ditunjukkan dengan proporsi ruang terbuka hijau akan dibuat lebih luas dibandingkan dengan luas lahan terbangun. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Pusat bahwa pembangunan gedung perkantoran pemerintah harus sudah mengadopsi konsep Green Building.

Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Bambang Riyanto, SE, MT., berharap terlaksanya penyusunan masterplan perkantoran ini, yang nantinya akan menjadi dasar perencanaan berikutnya diantaranya ANDALALIN, AMDAL, DED, dan Pembangunan Fisik. Untuk itu, percepatan penyelesaian pekerjaan di Triwulan Pertama diharapkan dapat terwujud. Dengan mendasarkan keseriusan tenaga ahli dalam melaksanakan proses survei ini, beliau berkeyakinan penyusunan Masterplan Pengembangan Kawasan Perkantoran di Siraman ini akan berjalan sesuai jadwal. Lebih lanjut disampaikan oleh Kasubid Penataan Ruang dan Pertanahan Muhammad Fajar Nugroho, ST. bahwa pada tanggal 13-14 Februari 2019 akan dilaksanakan konsinyering. Hasil konsinyering nantinya akan menjadi dasar dalam penetapan rencana tapak (siteplan) skalatis. Siteplan ini ditargetkan pada akhir bulan Februari 2019 dapat diselesaikan, dan akan dijadikan dasar dalam penyusunan SK Bupati tentang Penetapan Luasan dan Tapak Kawasan Pengembangan Kawasan Perkantoran di Siraman.  Dengan adanya SK Bupati diharapkan nantinya terdapat kejelasan kepastian dan konsistensi di dalam perencanaan, dan pembangunan kawasan perkantoran Siraman.(fispra)