PENILAIAN INDEKS INOVASI DAERAH 2020

Hits: 0

Melalui Surat Nomor 002.6/2866/SJ Kementerian Dalam Negeri  Republik Indonesia  akan melakukan penilaian Indeks Inovasi Daerah dan pemberian Penghargaan Inovative Government Award (IGA) Tahun 2020. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya mendorong kompetisi positif antar pemerintah propinsi dan antar pemerintah kabupaten/kota  dalam penyelenggaraan pemerintah daerah sehingga dapat diwujudkan peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pembangunan guna terwujudnya kesejahteraan rakyat.  Salah satu tujuan dari kegiatan penilaian dan pemberian  penghargaan Indeks Inovasi Daerah ini adalah memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang berhasil melakukan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah secara transparan dalam upaya peningkatan pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat dan daya saing daerah.

Untuk dapat diketahui bahwa Inovasi daerah adalah pembaruan penyelenggaraan pemerintah daerah, sedangkan indeks inovasi daerah adalah himpunan inovasi daerah yang telah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri. Dengan demikian  pemerintah daerah harus melakukan pembaharuan dan perlu didorong untuk dapat membuat kebijakan yang inovatif guna mensejahterakan masyarakatnya.

Dalam penilaian indeks inovasi daerah ini  setiap daerah harus  mengupload data tentang inovasi daerah dengan mengisi indikator-indikator meliputi : Proposal Inovasi daerah dengan 10 parameter isian, Indikator Satuan Pemerintah Daerah dengan 14 parameter, 3 Indikator Satuan Inovasi Daerah dengan 26 parameter, pada tiap-tiap inovasi harus disertai dokumen foto maupun video dan dokumen pendukung lainnya.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul  melalui Bappeda  khususnya Bidang Penelitian Pengembangan dan Pengendalian, telah berupaya menginventarisir dan menghimpun inovasi- inovasi yang telah dilakukan oleh Organisasi Perangkat Daerah untuk dapat di upload ke Kemendagri sesuai dengan indikator dan parameter yang telah ditetapkan.  Posisi  Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada tahun 2019 masuk kategori daerah terinovatif  di urutan 34 dengan skor nilai 4.810. Untuk tahun 2020 ini berupaya meningkatkan skor agar dapat masuk nominasi 10 besar,  namun sampai saat ini masih  menemui beberapa kendala  diantaranya tidak semua OPD mengirimkan data inovasi. Data yang dikirim oleh OPD banyak yang tidak lengkap, sehingga kedepan harapannya data inovasi dari OPD telah disesuaikan dengan parameter yang dibutuhkan dan dilengkapi dengan dokumen pendukung. Untuk meng upload data inovasi ke Kemendagri ini dibatasi sampai tanggal 20 september 2020. (Jalm)