PENJARINGAN ASPIRASI DEWAN SUMBER DAYA AIR DIY TAHUN 2020

Hits: 0

Sumberdaya air merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa selain berperan sebagai penopang sistem kehidupan juga sebagai modal pembangunan. Hampir seluruh aktivitas dan komoditas dalam kehidupan dimuka bumi ini sangat tergantung pada ketersediaan air. Pengelolaan sumber daya air membutuhkan koordinasi untuk mengintegrasikan kepentingan berbagai sektor, wilayah, dan para pemilik kepentingan dalam bidang sumber daya air. Sesuai dengan UU 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air pada tingkat provinsi koordinasi pengelolaan SDA tersebut dilakukan oleh Dewan Sumber Daya Air Provinsi.

Beberapa permasalahan dan tantangan yang cukup berat yang menghadang Dewan SDA DIY saat ini antara lain :

  1. Dampak yang akan ditimbulkan oleh dari pembangunan jalan Tol di DIY terahadap prasana SDA;
  2. Dampak penambangan pasir di hulu yang kurang memperhatikan aspek konservasi terhadap berkurangan kawasan resapan air;
  3. Masih banyaknya masyarakat yang membuang limbah rumah tangga dan sampah ke sungai;
  4. Dampak pemakaian air tanah yang meningkat seiring dengan bertambahnya hotel di Yogyakarta terhadap ketersediaan air tanah untuk masyarakat di Yogyakarta;
  5. Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan permukiman dan peruntukan lainnya termasuk Bandara YAI yang mengurapi kawasan resapan air;
  6. Dampak berkurangnya ketersedian air pada Sungai Progo pada bendung-bendung irigasi yang mendapat alokasi air dari Sungai Progo, alokasi air untuk Bandara YIA dan sekitarnya, rencana alokasi air untuk kawasan industri Pajangan-Sedayu, rencana alokasi air untuk Pelabuhan Tanjung Adikarto, dan rencana alokasi air untuk pabrik pasir besi;
  7. Ancaman lahar dingin Merapi yang dapat merusakkan bendung-bendung Irigasi dan prasarana sungai lainnya;
  8. Permasalahan kekeringan di wilayah Gunungkidul dan daerah lainnya yang selalu membutuhkan dropping air bersih pada saat musim kemarau.

Sesuai SK Gubernur DIY nomor 294  tentang Pengangkatan Dewan SDA DIY Periode 2019-2024, fungsi koordinasi tersebut dilaksanakan melalu sidang komisi dan pleno Dewan SDA DIY. Berbekal dari berbagai unsur pemangku kepentingan terkait SDA baik dari kelompok masyarakat dan lembaga pemerintah lintas sektoral, sidang-sidang Dewan SDA tersebut diharapkan dapat  memberikan rekomendasi yang komprehensif terhadap permasalahan dan tantangan SDA yang ada di wilayah DIY. Rekomendasi tersebut akan menjadi bahan masukan kepada Gubernur dalam penyusunan dan perumusan kebijakan serta strategi pengelolaan SDA di DIY.

Pada tanggal 12 Februari 2020 bertempat di DPUPESDM DIY Ruang B Bappeda Gunungkidul yang diwakili Kasubid Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum turut hadir berpartisipasi dalam acara penjaringan aspirasi Dewan Sumber Daya Air DIY. Pada kesempatan tersebut Nurudin Araniri menyampaikan aspirasi untuk bisa dibawa dalam sidang Dewan Sumber Daya Air DIY antara lain :

  1. Rencana pembangunan SPAM Regional Banyusoco untuk dipersiapkan secara komprehensif agar tidak terjadi konflik di kemudian hari. Kabupaten Gunungkidul yang merupakan lokasi sumber air SPAM tersebut berharap agar pemenuhan air untuk Kabupaten Gunungkidul menjadi prioritas pertama sebelum dibagi ke Kabupaten Bantul dan Sleman;
  2. Alih status aset sumur bor. Inventarisasi aset sumur bor di Kabupaten Gunungkidul yang saat ini merupakan aset BBWS, Badan Geologi, Pemerintah DIY untuk bisa dilakukan alih status aset menjadi milik Pemeritah Kabupaten Gunungkidul agar lebih mudah dalam penggunaan dan pengelolaan untuk irigasi maupun air minum;
  3. Meningkatkan eksplorasi sumber air di Kabupaten Gunungkidul terutama di zona Selatan;
  4. Perlindungan mata air, telaga dan daerah tangkapan air;
  5. Penanganan sampah agar tidak mencemari air tanah maupun air permukaan.

Selanjutnya aspirasi dari para peserta akan dibawa dalam sidang Dewan Sumber Daya Air DIY untuk kemudian dilaporkan kepada Gubernur sebagai bahan kebijakan. (/NA)