PERENCANAAN WONOSARI OUTER RINGROAD

Hits: 0

Peranan jalan sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan adalah sebagai bagian sarana transportasi mempunyai peranan penting dalam bidang ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, politik, pertahanan dan keamanan. Dengan demikian jalan merupakan urat nadi dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara menduduki posisi penting yang strategis di dalam kegiatan pembangunan terutama untuk pembangunan pengembangan wilayah. Jalan merupakan prasarana penghubung melalui darat yang digunakan untuk lalulintas manusia maupun barang dari suatu tempat menuju tempat lainnya.

Pada aspek kegiatan penataan ruang, jaringan jalan memiliki manfaat untuk mengarahkan pertumbuhan sebuah kawasan yang dilintasinya. Rencana sistem jaringan jalan yang bisa dikembangkan terdiri dari jaringan jalan yang berpola lingkar (ring) dan radial. rencana jaringan jalan berpola lingkar (ring road) terdiri dan rencana jaringan lingkar dalam (inner ring road), rencana jaringan lingkar tengah (midle ring road) dan rencana jaringan lingkar luar (outer ring road). Sementara rencana jaringan jalan yang berpola radial adalah rencana jalan yang menghubungkan kawasan pusat kota dengan kawasan pusat perkotaan lainnya yang berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul ataupun yang berada di luar wilayah Kabupaten Gunungkidul. Salah satu rencana pengembangan jaringan jalan tersebut adalah Rencana Jaringan Lingkar Luar (Outer Ring Road), yaitu rencana sistem jaringan jalan yang dimaksudkan untuk mengarahkan dan mencegah pergerakan regional/nasional yang bersifat lintasan (traffic trought) agar pergerakannya tidak membebani ruas-ruas jalan di kawasan perkotaan Wonosari.

Kajian studi alternatif pembangunan outer ringroad Wonosari perlu dilakukan sebagai alternatif pemecahan masalah kepadatan arus lalu lintas yang mungkin timbul seiring dengan  pesatnya perkembangan aglomerasi perkotaan Wonosari. Menjamurnya  pusat-pusat bisnis, pendidikan, pertokoan, perkantoran, perumahan dan permukiman yang terus tumbuh dan berkembang pasti akan berdampak pada arus lalu lintas yang semakin padat.

Seiring dengan rencana besar Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk membangun Pusat Perkantoran Pemerintah Kabupaten di Desa Siraman, Pembangunan Sport Center di Wonosari, berdirinya pusat pendidikan tinggi Universitas Negeri Yogyakarta di Semanu, dan rencana pengembangan kampus Universitas Gunungkidul di Selang, maka perlu dipersiapkan kajian alternatif perencanaan jalan yang mampu mengakomodir kemungkinan lonjakan arus lalu lintas di dalam kawasan aglomerasi perkotaan Wonosari.

Pada tanggal 6 Februari 2020 Sub Bidang Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda melaksanakan penjaringan saran dan gagasan berkaitan dengan Term of Reference rencana pelaksanaan kajian Wonosari Outer Ringroad. Hadir pada kesempatan tersebut stakeholders  meliputi Kecamatan Wonosari, Perangkat Daerah (DPUPRKP, DPTR, DLH, Setda, dan Dishub).

“Kajian ini bersifat alternatif perencanaan outer ringroad yang memuat rencana jalur jalan beserta analisis sosial, ekonomi, budaya, tata ruang, lahan dan agraria, dan pembiayaan..”, demikian dikatakan Nurudin Araniri selaku PPTK kegiatan ini. Lebih lanjut disampaikan bahwa hasil kajian akan dilengkapi dengan roadmap atau peta jalan langkah yang harus di ambil meliputi apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, kapan akan dikerjakan dan berapa biaya yang dibutuhkan. Road map tersebut tersaji dalam format tahunan mulai tahun 2021 s/d 2030. (/NA)