RUAS JALAN NGALANG-TAWANG-GAYAMHARJO SANGAT STATEGIS MENYONGSONG EXIT TOLL JOGJA – SOLO

Hits: 0

Bidang Bina Marga DPUPESDM Daerah Istimewa Yogyakarta pada Hari Senin (10/2/2020)  mengadakan acara Rapat Koordinasi dan Penyusunan Program Kebinamargaaan di DIY. Turut di undang instansi dari DPU dan Bappeda Kabupaten se DIY serta dari satker Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (PPJN) Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR. Bambang Sugaib selaku Kabid Bina Marga DIY dalam paparannya menyampaikan bahwa harmonisasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam perencanaan dan usulan pekerjaan sangat diperlukan. Pemerintah pusat telah menentukan proyek strategis nasional, dan kewajiban dari daerah baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten untuk mendukungnya.

Beberapa prioritas Nasional adalah KEK Industri Piyungan, Pembangunan tol Jogja Solo, Pembangunan tol Jogja Bawen, Pengembangan kawasan wisata Borobudur dan bedah Menoreh, Bandara YIA, Pengembangan TPA Piyungan, Pengembangan SPAM Kamijoro, Pembangunan JJLS, Jembatan Srandakan 3, Jembatan Kretek 2, Jalan lingkar luar Jogja Outer Ring Road; dan Angkutan Massal Perkotaan.

Bappeda Gunungkidul yang diwakili Kasubid Lingkungan Hidup dan Pekerjaan Umum Nurudin Araniri, S.Pt, ME menyampaikan beberapa hal yang menjadi prioritas Kabupaten Gunungkidul Bidang Kebinamargaan. Yang pertama adalah ruas jalan Ngalang – Tawang. Saat ini Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah selesai melakukan pembebasan lahan, dan pembangunan diharapkan oleh Pemerintah DIY di tahun 2021. Jalan Tawang Ngalang yang akan dilanjutkan ke Gayamharjo oleh Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah DIY. Akses jalan ini akan sangat strategis bagi Kabupaten Gunungkidul karena Exit toll Jogja Solo direncanakan berada di Prambanan. Kedua, Pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan sepanjang 72 km yang melintasi wilayah Selatan Gunungkidul menjadi satu-satunya prioritas Nasional yang masuk wilayah Gunungkidul. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap pengerjaan JJLS bisa dikebut dan diharapkan tahun 2021 bisa berfungsi seluruhnya. JJLS ini juga sangat strategis sebagai akses Pendukung Pariwisata dan mobilitas ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Selain dua prioritas tersebut juga disampaikan kepada Satker PPJN dan Pemerintah DIY untuk memperhatikan :

  1. Jalan Piyungan Wonosari sudah sangat padat dan perlu pelebaran minimal pada titik-titik tertentu. Walau bukan prioritas nasional tetapi satker PPJN akan berusaha memasukkan saat konreg ataupun perencanaan dan penganggaran;
  2. Jalan provinsi Watugajah Hargomulyo Gedangsari melalui Clongop sudah dilakukan kajian FS tahun 2019 dan DED akan dilaksanakan tahun 2020 oleh DPUPESDM DIY. Kemungkinan akan ada normalisasi terkait geometri jalan;
  3. Pemeliharaan dan peningkatan jalan provinsi meliputi ruas Gading Playen, Sambipitu Nglipar Ngawen, Semin Candirejo, Ponjong Tambakromo, Mulo- Baron-Tepus-Mulo. Akan ditindaklanjuti pada Forum PD yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Pebruari 2020. (/NA)