SIDANG PARIPURNA DEWAN RISET DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

Hits: 0

Dewan Riset Daerah Kabupaten Gunungkidul pada hari Jumat 25 Oktober 2019 menyelenggarakan sidang paripurna bertempat di hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta. Dalam sidang mengundang seluruh ketua DRD dan Jaringan Penelitian se-DIY, OPD terkait antara lain : DP3AKBPM&D, Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kominfo, Dinas Koperasi & UKM, Dinas Nakertrans, BPS, BPTBA LIPI,  LPPM se-DIY. Agenda sidang pada tahun ini mengangkat tema “Penguatan Modal Sosial Dalam Pembangunan di Kabupaten Gunungkidul”.

Dalam pembukaan sidang tersebut,  Prof. Dr. Ni’matul Huda, S.H., M. Hum selaku Ketua DRD Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa salah satu ketugasan DRD adalah memberikan bahan-bahan pertimbangan kepada Bupati dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan. Lebih lanjut disampaikan bahwa permasalahan di Kabupaten Gunungkidul saat ini adalah masih cukup tingginya angka kemiskinan yakni 17,12 %, dan salah satu penyebab kemiskinan adalah angka pengangguran yang masih 2,07 %. Selain itu juga masih adanya kasus bunuh diri yang cukup memprihatinkan yaitu sekitar 25 – 30 kasus pertahun, hal ini memerlukan upaya-upaya penanganan yang tepat dan nyata.

Sidang yang dilaksanakan di Ruang Jasmine 1 Grand Dafam Rohan, dilanjutkan  paparan dengan dimoderatori oleh Ahmad Ma’ruf, SE., M.Si. Dalam acara sidang menghadirkan narasumber Prof. Dr. Tulus Warsito, M.Si Ketua Presidium Lingkar Akademisi Reformis Indonesia (LARI). Dalam paparannya, Prof. Tulus mengurai permasalahan serta penyebab terjadinya kasus bunuh diri di Kabupaten Gununungkidul. Permasalahan tersebut antara lain masalah ekonomi, menderita penyakit kronis yang tidak kunjung  sembuh, stress/depresi, ketidakharmonisan dalam  rumah tangga, dll. Sedangkan kunci untuk mengatasi hal tersebut meliputi survival, security, wealthy, prestige, dan sphere of influence, serta menumbukan gotong royong/keguyub rukunan dengan meningkatkan olah rasa dan olah pekerti. Peran pemerintah semisal menumbuh kembangkan kegiatan UMKM dan mengurangi gap antar kaya dengan miskin atau dengan kata lain yang kaya mampu mengerem, demikian Prof. Tulus memungkasi paparanya.

Sidang semakin menghangat saat diskusi dan tanya jawab yang dibuka oleh moderator.  Klarifikasi, saran masukan,  pertanyaan dan argumen disampaikan oleh para peserta semakin menghidupkan Sidang Dewan Riset ini. Sebagai penutup acara  Ahmad Ma’ruf menyimpulkan bahwa diperlukan sinergitas lintas sektoral melibatkan seluruh komponen maupun komunitas masyarakat dalam mengatasi permasalahan di Gunungkidul. Selain itu perlu menumbuhkan kembali kearifan lokal yaitu gotong royong dalam masyarakat sehingga  semua permasalah dapat diangkat secara bersama. (Jalm)