Titik Terang Pembangunan Spam Regional Banyusoco

Hits: 89

Impian Kabupaten Gunungkidul untuk memiliki Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional yang melayani masyarakat lintas kabupaten/kota telah mendapatkan tirik terang akan menjadi kenyataan. Beberapa tahun yang lalu Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengusulkan Pembangunan SPAM Regional dengan sumber air baku berupa mata air di Desa Banyusoco Kecamatan Playen dengan kapasitas 100 l/detik, namun hingga saat ini belum dapat dilaksanakan walaupun telah disusun Detail Engineering Design (DED) oleh Satuan Kerja (Satker) Pengembangan SPAM DIY pada tahun 2016.

Pada hari Jum’at, 18 Januari 2019 di Satker PSPAM DIY diselenggarakan rapat pra sinkronisasi pengembangan SPAM Regional. Pada rapat tersebut usulan Pengembangan SPAM Regional Banyusoco dibuka dan didiskusikan kembali. Sinkronisasi lintas stakeholders tersebut dilaksanakan oleh Satker PSPAM DIY dipimpin oleh Reni Swastika, ST, M.Env. dan didukung oleh BBWS Serayu Opak yang dihadiri oleh PPK Air Tanah dan Air Baku Sony Santoso sebagai wakil Pemerintah Pusat. Sedangkan wakil dari Pemerintah Daerah DIY dihadiri Kasubbid Perhubungan, Infrastruktur dan ESDM Bappeda DIY Meta Grizanda Meizy. Adapun dari kabupaten dihadiri oleh Bappeda, DPU dan PDAM Kabupaten se DIY.

Dalam rapat tersebut didiskusikan tentang kesiapan daerah (readiness criteria) dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, meliputi rencana pelayanan, ketersediaan tanah/lahan, kesiapan masyarakat calon penerima manfaat di 3 kabupaten yaitu Gunungkidul, Bantul dan Sleman. Untuk kebutuhan pelayanan, PDAM menyampaikan bahwa kebutuhan debit minimal untuk melayani 3 kabupaten tersebut adalah 200 l/detik, sehingga diperlukan review DED dengan mengotimalkan sumber air baku Sungai Oyo.

Pada kesempatan tersebut Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Isnawan Fibriyanto menyampaikan impiannya terhadap terlaksanya usulan tersebut, dan melaporkan bahwa PDAM sudah melakukan langkah-langkah persiapan yang diperlukan di lapangan bersama dengan pemerintah daerah khususnya Bappeda, DPUPRKP dan perangkat daerah lainnya seperti Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Bagian Administrasi Pemerintahan Umum, Bagian Administrasi Pembangunan dan Bagian Administrasi Perekonomian & SDA Setda. Pada tanggal 15 dan 16 Januari 2019 telah dilaksanakan survey lapangan untuk memetakan kebutuhan tanah serta menyiapkan warga masyarakat setempat.

Sementara itu Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kabupaten Gunungkidul Bambang Riyanto menyampaikan, sebagai tindak lanjut survey akan dilakukan kompilasi data hasil survey kebutuhan tanah, baik yang menyangkut tanah hak milik, tanah kas desa, tanah lungguh maupun tanah Sultan Ground (SG). Kemudian akan dilakukan proses administrasi sesuai status kepemilikan tanah dimaksud. Untuk tanah kas desa/tanah lungguh akan dilakukan proses perijinan kepada Gubernur DIY, sedangkan untuk tanah SG akan dimintakan kekancingan kepada Keraton Yogyakarta. Adapun untuk tanah hak milik akan dilakukan pembebasan tanah tersebut pada tahun anggaran 2020, namun perencanaan pengadaan tanah dijadwalkan pada Perubahan APBD 2019.

Hasil lengkap sinkronisasi disepakati beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melaksanakan perencanaan pengadaan tanah pada perubahan apbd 2019 dan pembebasan tanah pada tahun anggaran 2020;
  2. Pemerintah DIY melakukan Feasibility Study (FS) pada tahun anggaran 2020 dan pembebasan tanah;
  3. BBWS melakukan Review DED pada tanhun anggaran 2020;
  4. BBWS membangun bendungan Sungai Oyo pada tahun 2021;

Satker PSPAM membangun SPAM Regional pada tahun 2022. (br)