BAPPEDA- UNIVERSITAS TIDAR BERSAMA GALI POTENSI GUNUNGKIDUL

Hits: 0

Pada hari Kamis 1 Oktober 2020 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Gunungkidul bersama Universitas Tidar Magelang melakukan zoom meeting bersama. Kegiatan ini digagas sebagai tindak lanjut  penandatanganan MOU dan Rencana Kerja yang telah disepakati bersama pada tanggal 13 Agustus 2020.

Dalam dialog tersebut pihak Untidar dikomandani langsung oleh Kepala LPMPP Prof. Ir. Erry Purnomo, M.App.Sc., Ph.D. Pada kesempatan tersebut hadir juga Sekretaris Lembaga Dr. Eny Boedi Orbawati, M.Si., Koordinator Penelitian Dr. Yudhi Arnandha, S.T., M.T.,  Koordinator Pengabdian Kepada Masyarakat Nurhadi, S.T., M.T.,  Koordinator Penjaminan Mutu Pendidikan Dr. Dwi Winarsih, M.Pd., dan  Koordinator Fasilitator Sentra Layanan Disabilitas Risma Wira Bharata, SE., M.Sc. Sedangkan yang hadir dari pihak Bappeda Sri Suhartanta, S.IP.,M.Si  selaku Kepala Bappeda, Rismiyadi SP. M.Si Kepala Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pengendalian, Jalma Winarta MS,SP.  selaku Kasubid Penelitian Pengembangan beserta staf bidang Litbangdal Bappeda.

Dalam pengantarnya Prof . Ir. Erry Purnomo  menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari dokumen kerjasama yang telah dilakukan antara Bappeda dengan Untidar, sehingga dalam kerjasama ini harus ada output dan outcome kedua belah pihak. Bagi perguruan tinggi,  outcome kerjasama ini mempunyai nilai tinggi yang berguna untuk mengukur kinerja perguruan tinggi.  Untidar memiliki sumber daya yang cukup dengan 5 Fakultas meliputi : Fakultas Ekonomi, Fakultas Pertanian, Fakultas Pendidikan, Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Politik. Dengan potensi yang dimiliki tersebut diharapkan dapat turut membantu Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam  memajukan daerahnya.

Sementara itu Sri Suhartanta memaparkan kondisi Kabupaten Gunungkidul baik potensi maupun permasalahan yg sedang dihadapinya, lebih lanjut disampaikan     Kabupaten Gunungkidul mempunyai beragam potensi perekonomian mulai dari pertanian, perikanan dan peternakan, hutan, flora dan fauna, industri, tambang serta potensi pariwisata. Pertanian yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul sebagian besar adalah lahan kering tadah hujan (± 90%) yang tergantung pada daur iklim khususnya curah hujan. Lahan sawah beririgasi relatif sempit dan sebagian besar sawah tadah hujan. Sumberdaya alam tambang yang termasuk golongan C berupa : batu kapur, batu apung, kalsit, zeolit, bentonit, tras, kaolin dan pasir kuarsa. Gunungkidul mempunyai panjang pantai yang cukup luas terletak di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, membentang sepanjang sekitar 75 Km dari Kecamatan Purwosari sampai Kecamatan Girisubo, serta memiliki pulau.  Potensi hasil laut dan wisata sangat besar dan terbuka untuk dikembangkan. Potensi lainnya adalah industri kerajinan, makanan, pengolahan hasil pertanian yang semuanya sangat potensial untuk dikembangkan.

Kabupaten Gunungkidul juga memiliki Geopark Gunung Sewu terletak antara Yogyakarta dan Pacitan. Kawasan ini memanjang arah barat-timur melintasi 3 wilayah kabupaten (Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan) dan 3 wilayah Propinsi (DIY, Jateng, Jatim). Luas 1.802 km². Geopark Gunung Sewu telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Komite Nasional Geopark Indonesia pada tanggal 13 Mei 2013 dan ditetapkan menjadi Geopark Global yang didukung oleh UNESCO pada tanggal 19 September 2015 di Tottori, Jepang.

Selain memiliki potensi yang cukup menjanjikan, Gunungkidul juga memiliki kendala ataupun permasalahan. Beberapa diantaranya adalah kemiskinan yang masih cukup tinggi, IPM yang masih rendah, pertumbuhan ekonomi rendah, oleh karena itu perlu di upayakan langkah-langkah sebagai pengungkit untuk bangkitnya  perekonomian di Kabupaten Gunungkidul terutama saat pandemi Covid-19  melanda semua sektor.

Dalam zoom meeting tersebut terjadi diskusi yang sangat menarik dari kedua belah pihak, saling lempar ide maupun gagasan untuk kebaikan dan kemajuan Kabupaten Gunungkidul. Dari pertemuan awal ini Universitas Tidar Magelang berkomitmen untuk turut mengembangkan potensi pariwisata dengan pengembangan yang berbasis ekowisata. Ekowisata ini dipandang sangat sesuai dengan wilayah di Kabupaten Gunungkidul,  karena kegiatan pengembangan pariwisata ini  berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan. (Jalm.)